BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Longsor Saat Mudik Lebaran 2026

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Idulfitri 2026 diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat.

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Longsor Saat Mudik Lebaran 2026
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Idulfitri 2026 diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat./istimewa

INILAHKORAN.ID - Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Idulfitri 2026 diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat.

Peringatan ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingat sebagian besar wilayah Jabar masih berada dalam fase musim hujan.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu menjelaskan, kondisi musim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026. Bahkan di sejumlah wilayah, intensitas hujan masih berada pada puncaknya.

“Seperti yang kita ketahui bersama, wilayah Jawa Barat saat ini masih berada pada periode musim hujan. Bahkan sampai pertengahan April kita masih berada di fase tersebut, dan di beberapa lokasi masih terjadi puncak musim hujan,” ujar Teguh, dikutip Selasa 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir pola hujan di Jawa Barat cenderung muncul pada siang menuju sore hari, kemudian kembali terjadi pada malam hingga dini hari. Pola tersebut hampir merata di berbagai wilayah, termasuk kawasan Bandung Raya.

“Tren saat ini hujan cenderung turun pada siang menuju sore, lalu kembali terjadi pada malam hingga dini hari. Pola ini hampir terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat,” ucapnya.

BMKG juga menyoroti kejadian angin kencang yang sempat melanda hampir seluruh wilayah Jawa Barat pada 4 Maret 2026 lalu. Fenomena tersebut dipicu dinamika atmosfer yang berkaitan dengan kemunculan bibit siklon tropis 90S.

“Pada 4 Maret kemarin terjadi angin kencang yang cukup kuat di hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Saat itu ada intervensi dari bibit siklon 90S yang juga memicu peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir,” katanya.

Menurut Teguh, pengaruh bibit siklon tersebut kini mulai melemah karena posisinya telah menjauh dari wilayah Indonesia. Namun demikian, potensi hujan masih cukup tinggi selama periode arus mudik maupun arus balik Lebaran.

“Pada periode Lebaran, baik saat mudik maupun arus balik, potensi hujan di Jawa Barat berada pada kategori sedang hingga lebat. Khususnya di wilayah selatan, potensi hujan lebat hingga sangat lebat perlu diwaspadai,” pintanya.

Selain faktor hujan, BMKG juga mengingatkan risiko bencana di jalur alternatif mudik yang banyak dipilih pengendara untuk menghindari kemacetan. Beberapa wilayah seperti Tasikmalaya, Pangandaran, dan Sukabumi memiliki karakter geografis perbukitan yang rawan longsor saat diguyur hujan deras.

“Banyak masyarakat memilih jalur alternatif karena dianggap lebih cepat dan tidak macet. Namun jalur-jalur seperti di Tasikmalaya, Pangandaran, atau Sukabumi umumnya berada di kawasan perbukitan dan tebing, sehingga berpotensi mengalami longsor ketika terjadi hujan lebat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hujan dengan intensitas tinggi selama satu hingga dua jam saja sudah dapat memicu longsor di kawasan tersebut. Bahkan longsoran kecil yang menutup sebagian jalan dapat berdampak besar terhadap kelancaran arus kendaraan.

“Ketika longsor menutup sebagian ruas jalan saja, dampaknya bisa sangat besar terhadap perjalanan,” tuturnya.

Selain jalur darat, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berencana berwisata ke pantai selama libur Lebaran untuk memperhatikan kondisi laut. Hal ini karena pada 15 Maret akan terjadi pengaruh fase bulan purnama yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang dan pasang air laut.

“Pada tanggal 15 ada pengaruh fase bulan purnama yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta pasang air laut. Baik di pesisir utara maupun selatan Jawa Barat, potensi banjir rob perlu diwaspadai,” ujarnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum dan selama perjalanan mudik guna mengantisipasi berbagai potensi risiko cuaca ekstrem.

“Kita tetap harus siaga dan waspada terhadap berbagai potensi yang ditunjukkan oleh kondisi meteorologi saat ini,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana