BMKG Rekam 58.290 Sambaran Petir di Jawa Barat, Puncaknya Terjadi 7 Januari 2026

Aktivitas cuaca ekstrem di Jawa Barat selama sepekan terakhir terpantau cukup tinggi. BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 58.290 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode 2-8 Januari 2026.

BMKG Rekam 58.290 Sambaran Petir di Jawa Barat, Puncaknya Terjadi 7 Januari 2026
Berdasarkan data BMKG, puncak aktivitas petir terjadi pada 7 Januari 2026 dengan total 25.213 kejadian. Pada hari tersebut, sambaran petir cloud to ground (CG) negatif tercatat sebanyak 12.697 kejadian, sementara CG positif mencapai 12.516 kejadian. (ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Aktivitas cuaca ekstrem di Jawa Barat selama sepekan terakhir terpantau cukup tinggi. BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 58.290 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode 2-8 Januari 2026.

Berdasarkan data BMKG, puncak aktivitas petir terjadi pada 7 Januari 2026 dengan total 25.213 kejadian. Pada hari tersebut, sambaran petir cloud to ground (CG) negatif tercatat sebanyak 12.697 kejadian, sementara CG positif mencapai 12.516 kejadian.

Sementara itu, aktivitas petir terendah terjadi pada 3 Januari 2026, dengan jumlah hanya 432 kejadian.

BMKG juga mencatat wilayah dengan intensitas sambaran petir tertinggi berada di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama saat kondisi cuaca ekstrem,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya cuaca, khususnya di wilayah rawan aktivitas petir tinggi.


Editor : Doni Ramdhani