INILAH, Bandung - BNI Syariah menyambut positif kerja sama yang dijalin dengan Pemprov Jabar. Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, tiga program yang ditandatangani bersama merupakan peluang yang relatif besar.
Terdapat tiga program pembangunan ekonomi umat di Jabar yang akan dikerjasamakan. Yakni, program pembiayaan masjid sejahtera (Mesra), one village one hafidz, dan program pembangunan rumah sakit.
"Khusus untuk rencana pembangunan rumah sakit itu akan berbasis wakaf. Kita cari lokasi strategis dan sumber pendanaan dari para wakif," kata Abdullah saat grand launching relokasi Kantor Wilayah dan Cabang BNI Syariah Bandung, Selasa (13/11/2018).
Dia menyebutkan, pihaknya pun bekerja sama dengab nazir. Mereka diakuinya akan bekerja secara profesional untuk membangun dan menyalurkan dana wakaf yang terhimpun. Untuk target besaran wakaf yang dibutuhkan, hal itu masih memerlukan pembicaraan lebih jauh.
Abdullah pun menjelaskan tentang program pembiayaan kredit Mesra dan one village one hafidz. Kredit Mesra akan dikucurkan dari dana kebajikan. Sumber dana kebajikan ini terdiri dari infak, sedekah, zakat, dan wakaf.
"Dana kebajikan itu kita berikan kepada masyarakat dan tidak kembali ke bank. Tapi, nanti hasilnya kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit kecil dan capacity building," ucapnya seraya menyebutkan kerja sama dengan Pemprov Jabar ini kali pertama yang digulirkan se-Indonesia.
Dia menjelaskan, kredit Mesra itu dialokasikan untuk pembangunan sepuluh masjid. Setiap masjid itu mendapatkan Rp100 juta. Artinya, pembiayaan untuk ini mencapai Rp1 miliar.
Rencana dana sebesar Rp1,7 miliar itu akan dikucurkan secara bertahap. Sebanyak Rp700 juta untuk membiayai program one village one hafidz. Terkait program tersebut pihaknya pun menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Daarut Tauhid (DT).
Setiap peserta yang ikut program one village one hafidz yang dibiayai BNI Syariah akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp3 juta per bulan untuk jangka waktu dua tahun.
Program ini diakuinya sejalan dengan pembangunan kualitas agama sesuai visi perusahaan. Setiap peserta akan dididik selama dua tahun di DT hingga berhasil menjadi hafidz.
"Targetnya, dalam dua tahun itu akan ada 100-200 orang hafidz di Jabar," tambahnya.