Duh, Bangunan SD Dekat Istana Bogor Ambruk
Dua ruang kelas di SD Otista Kota Bogor yang berlokasi tak jauh dari Istana Bogor ambruk pada Kamis, 16 September 2021
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Bangunan SD dekat Istana Bogor dikabarkan ambruk. Namun belakangan diketahui hanya dua ruangan kelas yang ambruk.
Dua ruang kelas di Sekolah Dasar (SD) Negeri Otista di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, ambruk pada Kamis, 16 September 2021, sekitar pukul 11.48 WIB
Namun, meski hanya dua tuang kelas yang ambruk, bangunan-bangunan lain di sekolah tersebut juga terkena dampak.
Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab ambruknya dua ruang kelas di SD Otitsa yang lokasinya berdekatan dengan Istana Bogor dan Kantor Wali Kota Bogor ini.
Dinas Pendidikan Kota Bogor pun langsung memeriksa kondisi SD tersebut. Terlebih saat ini Pemkot Bogor tengah menyiapkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM).
Seolah tak mau kecolongan, Disdik Kota Bogor juga melakukan pemantauan sarana dan prasarana di sekolah lainnya mulai jenjang SD hingga SMP.
Baca Juga: Penataan PKL Pasar Kebon Kembang, Pemkot Bogor Buru Oknum yang Mengatasnamakan Pemerintah
Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengatakan, begitu mendapatkan laporan adanya dua ruang sekolah ambruk, pihaknya pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Wali Kota Bogor dan Sekretaris Daerah Kota Bogor termasuk juga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Tujuannya tentu saja agar persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan dilakukan perbaikan.
"Sebetulnya SD Negeri Otista ini tahun 2022 sudah dianggarkan, tetapi sifatnya hanya perbaikan atap. Karena di survei oleh bagian Sarpras hanya bagian atap sehingga angkanya tidak besar," ungkap Hanafi, Kamis, 16 September 2021.
Hanafi melanjutkan, dengan kejadian ini Disdik berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor. Supaya mereka menilai, kira-kira berapa nilai yang wajar apakah renovasi atau seperti apa.
Baca Juga: Ade Yasin Tahu Persis Solusi Kemacetan Puncak, Bukan Gage, One Way, 4 In 1, Lalu Apa?
"Kemudian otomatis simultan, kami memverifikasi persiapan PTM itu tidak hanya substansi nya tapi termasuk sarpras nya. Karena bangunan kosong itu otomatis akan mengurangi kekuatan, kami sekaligus memeriksa fisik bangunan. Tidak menutup kemungkinan beberapa sekolah masih ada yang seperti ini. Tapi mudah-mudahan tidak lah, karena menjelang PTM ini mudah-mudahan bisa berjalan kondusif," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Bogor, Dani Rahardian mengatakan, pihaknya bergerak cepat untuk melaporkan kejadian tersebut. Terlebih ambruknya SD Otista masuk sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) atau bencana
"Ya, ini kejadian hampir sama dengan SD Gunung Gede beberapa waktu lalu karena bencana juga, mungkin anggarannya juga sama menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT). Tetapi sudah diketahui, bahwa tidak dipakai belajar mengajar lagi dua ruang kelas yang roboh. Sebelum pandemi sudah tidak dipergunakan, kami dicek semua bangunan dalam sekolah terlihat struktur bangunan sudah tidak layak," terangnya.
Baca Juga: Puncak Ngahiji Tolak Wacana Penerapan 4 in 1 di Kawasan Puncak, Kenapa?
Plt Kepala Sekolah SDN Otista, Meisyafah mengatakan, secara keseluruhan ada satu atap ruang yang ambruk. Namun akibat kejadian tersebut berdampak pada kelas lainya.
"Ada satu ruangan rusak berat ini juga sebahnya mulai rusak dan kesananya saya lihat juga memang sudah harus diperbaiki. Secara kasat mata kata Mei atap bangunan memang sudah terlihat tidak layak. Saya yang baru menjabat sebagai Plt dibulan April itu pun sudah beberapa kali dilaporkan. Kondisinya memang sudah lapuk, tapi memang sebelum sebelumnya kepala sekolah yang lalu juga sudah melaporkan," jelasnya.*** (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


