Monyet vs Manusia di Bogor, Monyet Kelaparan Lalu Turun ke Pemukiman dan Pasar
Konflik manusia dengan monyet di wilayah Bogor. Hanya dalam sepekan, sudah terjadi tiga perseteruan manusia dengan monyet.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ciampea – Konflik manusia dengan monyet di wilayah Bogor. Hanya dalam sepekan, sudah terjadi tiga perseteruan manusia dengan monyet.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah I Jawa Barat menerima pengaduan konflik antara manusia dengan monyet atau kera ekor panjang.
“Seminggu ini, kami sudah menerima pengaduan tiga kali konflik antara manusia dengan monyet atau kera ekor panjang,” kata polisi hutan BKSDA Wilayah I Jawa Barat Dani Hamdani kepada wartawan, Kamis 24 Februari 2022.
Menurutnya, satu kasus terjadi di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Sedangkan dua konflik lainnya terjadi di Sempur, Bogor Tengah, juga Kota Bogor.
Baca Juga: Ekosistem Terganggu, Monyet Liar Turun ke Permukiman Warga di KBB
Dani Hamdani menerangkan jika monyet atau kera ekor panjang di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor merasa terganggu habitatnya karena adanya aktivitas manusia di Gunung Kapur.
Karena itu, monyet atau kera ekor panjang yang ada di Sempur, Kota Bogor itu merupakan satwa yang lepas setelah sebelumnya dipelihara oleh masyarakat.
“Kalau di Gunung Kapur, Ciampea itu memang habitatnya monyet atau kera ekor panjang,” tambahnya.
Baca Juga: Duh, Kawanan Monyet Liar Serbu Pemukiman Warga Lembang
Monyet turun hingga ke pemukiman atau Pasar Ciampea Baru karena makanan di habitatnya berkurang karena ada aktivitas tambang dan wisata.
“Untuk konflik satwa dengan manusia di Sempur, Kota Bogor, kami akan segera mengamankan dan merelokasinya ke pusat penangakaran satwa,” terangnya. (reza zurifwan)
Editor : inilahkoran


