BPBD Jabar: Gempa 5.0 Magnitudo Dirasakan di 6 Kabupaten/Kota, 1 Korban Meninggal Lantaran Panik
Plt Kepala Pelaksana BPBD Jabar Anne Hermadianne mengatakan, gempa bumi berkekuatan 5.0 magnitudo yang terjadi Rabu 18 September 2024 kemarin, dirasakan di enam kota/kabupaten.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Plt Kepala Pelaksana BPBD Jabar Anne Hermadianne mengatakan, gempa bumi berkekuatan 5.0 magnitudo yang terjadi Rabu 18 September 2024 kemarin, dirasakan di enam kota/kabupaten.
Gempa yang terjadi pukul 09.41 WIB berlokasi di Kabupaten Bandung ini terletak di 24 kilometer tenggara darat pada kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa dirasakan di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Purwakarta, Bandung Barat, Kota Bandung dan titik pusat Kabupaten Bandung.
"Wilayah terdampak yakni enam kabupaten kota yaitu Kabupaten Bandung, Garut, Bandung Barat, Purwakarta, Kabupaten Bogor dan Kota Cimahi," ujar Anne, Kamis 19 September 2024.
Akibat gempa tersebut lanjut dia, sekitar 700 jiwa di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung terpaksa harus dievakuasi ke tempat pengungsian.
"Pengungsi saat ini terutama di Kertasari Kabupaten Bandung berjumlah kurang lebih 700 orang, masih berada di tenda pengungsian sesuai arahan dari BMKG," ucapnya.
Anne melanjutkan, pihaknya telah mendirikan dapur umum dan fasilitas penunjang agar kebutuhan para pengungsi bisa terpenuhi.
"Kami juga sudah mengaktifkan dapur umum untuk Kebutuhan makanan untuk para pengungs. Insyaallah terpenuhi kemudian juga sudah support dengan toilet portabel," imbuhnya.
Sementara mengenai satu orang korban meninggal dunia, Anne memastikan penyebabnya bukan secara langsung akibat gempa.
Diduga karena panik, memicu penyakit yang dideritanya dan akhirnya mengalami kejang.
"Untuk siswi yang meninggal dari SD Negeri kencana 1 Rancaekek, Kabupaten Bandung atas nama Nasywa Maulida Syaqira. Almarhumah meninggal pasca gempa dan meninggal di luar bangunan dan bangunan SD dalam kondisi baik pasca gempa," terang Anne.
"Almarhumah ini saat itu sedang berjalan dan kejang, kemudian terjatuh ke depan dan akhirnya mendapatkan luka bibir dan sekolah dengan sigap memberikan pertolongan pertama, dengan membawa ke Puskesmas atau klinik dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RS AMC Bandung," imbuhnya.
Editor : Doni Ramdhani

