BPBD Kota Bandung Ungkap Alasan Bandung Timur Jadi Fokus Penanaman Pohon Produktif

BPBD Kota Bandung terus memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan Bandung Timur, melalui program penanaman pohon produktif di lahan-lahan kritis.

BPBD Kota Bandung Ungkap Alasan Bandung Timur Jadi Fokus Penanaman Pohon Produktif
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - BPBD Kota Bandung terus memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan Bandung Timur, melalui program penanaman pohon produktif di lahan-lahan kritis. Program juga diarahkan agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, penanaman pohon masih akan difokuskan di sejumlah kawasan yang lahannya tersedia cukup luas termasuk di Blok 63.

“Lahannya masih cukup luas, jadi kemungkinan masih bisa dilakukan penanaman lagi di sana,” kata Didi Ruswandi, Sabtu (9/5/2026).

Sambung dia, BPBD juga membuka kolaborasi dengan berbagai pihak memperluas gerakan penghijauan. Dalam waktu dekat, ada rencana bantuan ratusan bibit pohon dari kelompok mahasiswa.

“Kemarin ada rencana dari Liga Mahasiswa yang ingin menyumbang sekitar 500 pohon. Selain itu, DSDABM juga punya bibit yang nanti bisa kita tanam bersama,” ucapnya.

Menurut Didi, penanaman pohon selanjutnya kemungkinan akan dipusatkan pada momentum Bulan Pengurangan Risiko Bencana yang diperingati setiap Oktober. Namun, persiapan lahan ditargetkan mulai dilakukan sejak Agustus.

BPBD juga, telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung terkait pemanfaatan lahan yang nantinya akan dijadikan ruang publik sekaligus kawasan hijau.

“Kita ingin kawasan itu tidak hanya jadi ruang publik, tapi juga memiliki fungsi ekologis,” ujar dia.

Sejauh ini dikemukakannya, BPBD Kota Bandung sudah empat kali menggelar kegiatan penanaman pohon. Tiga lokasi berada di Pasirwangi dan satu lokasi di Cimenyan.

“Yang pertama mungkin sekitar seribu pohon, yang kedua sekitar seribu lima ratus pohon. Totalnya sudah beberapa kali kegiatan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, Bandung Timur dipilih karena menjadi kawasan dengan kondisi lahan paling kritis di Kota Bandung. Selain itu, ketersediaan lahan untuk penghijauan juga masih cukup banyak.

“Yang lahannya paling kritis memang di Bandung Timur,” ujar dia.

Berbeda dengan program penghijauan biasa, pihaknya memilih menanam pohon produktif seperti tanaman buah. Langkah itu, dilakukan karena sebagian lahan sebelumnya digarap petani palawija.

Didi berharap, keberadaan pohon buah nantinya dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat sekaligus menjaga kawasan resapan air.

“Kalau suatu saat pohonnya sudah berbuah, mungkin masyarakat bisa beralih dari palawija ke tanaman buah,” ucapnya.

Meski begitu, manfaat ekologis dari penanaman pohon tidak bisa dirasakan dalam waktu singkat. Pihaknya menyebut pohon membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh optimal.

“Kalau pendekatan konsep hijau, manfaat maksimal biasanya terasa saat pohon sudah mendekati dewasa. Ada yang lima tahun sudah tinggi, ada juga yang masih tahap remaja,” ujar dia.

Untuk memastikan keberlanjutan program, pihaknya melibatkan petani penggarap dalam proses pemeliharaan pohon. Komitmen warga ditambahkannya, akan terus dievaluasi agar tanaman yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan dampak jangka panjang.

“Kita butuh pemeliharaan, dan itu melibatkan masyarakat setempat,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana