Buah Kerja dalam Diam Anies Baswedan, Tingkat Kematian DKI Rendah

Sembilan dari 10.276 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di DKI Jakarta, Minggu (6/9), dinyatakan meninggal dunia. Itu menambah angka kematian di ibu kota negara itu karena wabah corona menjadi 1.274 orang.

Buah Kerja dalam Diam Anies Baswedan, Tingkat Kematian DKI Rendah

INILAH, Jakarta – Sembilan dari 10.276 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di DKI Jakarta, Minggu (6/9), dinyatakan meninggal dunia. Itu menambah angka kematian di ibu kota negara itu karena wabah corona menjadi 1.274 orang.

Angka tersebut terhitung tinggi. Hanya kalah di bawah Jawa Timur yang hingga Minggu mencapai 2.545 kematian. Sedikit di atas Jawa Tengah yang angka kematiannya sudah mencapai 1.084 orang.

Tetapi, tingkat kematian karena Covid-19 di Jakarta justru terhitung rendah. Bahkan sangat rendah. Hanya 2,75 persen. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata tingkat kematian nasional yang berada di posisi 4,1%. Bahkan, tingkat kematian di DKI Jakarta masih di bawah rata-rata dunia yang 3,3 persen.

Tingkat kematian karena Covid-19 di DKI Jakarta hanya menduduki peringkat ke-19 secara nasional, berdasarkan data yang dilansir sehatdirumah.com. Posisi tertinggi ditempati Jawa Timur dengan 7,14 persen, menggeser Jawa Tengah ke posisi kedua dengan 7,06 persen. Posisi ketiga ditempati Bengkulu dengan 6,65 persen. Bengkulu, berdasarkan data terakhir, padahal hanya memiliki 391 kasus, dengan angka kematian 26 orang.

Bagaimana DKI Jakarta menekan angka kematian? Salah satunya kemampuan melakukan testing, tracing, dan treatment (3T). DKI Jakarta adalah satu dari dua provinsi dengan tingkat tes PCR tertinggi di Indonesia, bersama Sumatera Barat. Keduanya melampaui standar tes PCR minimal yang ditetapkan WHO terhadap satu juuta penduduk.

Tes PCR yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta bahkan sudah lima kali lipat dibanding standar minimal WHO. Lima kali lipat berarti 5.000 tes PCR terhadap setiap 1 juta penduduk. Di bawah DKI Jakarta ada Sumatera Barat yang berdasarkan data per 27 Agustus, angka tes PCR-nya sudah mencapai 2.226 tes per 1 juta penduduk.

Bandingkan dengan provinsi lain di Tanah Air. Data 27 Agustus itu menyebutkan Jawa Timur hanya melakukan 294 tes PCR per 1 juta penduduk, Jawa Tengah masih jauh yakni 289 per 1 juta penduduk. Jawa Barat bahkan baru sampai 186 tes per 1 juta penduduk.

Dr Andani Eka Putra, Kepala Laboratorium dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, membenarkan langkah terbaik dalam menghadapi wabah Covid-19 adalah dengan melakukan tes dan tracing. Penanganan Covid-19 Sumatera Barat yang pernah dipuji Presiden Joko Widodo, justru terinspirasi pula oleh langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Tak berarti jika tingginya temuan kasus baru, penanganan Covid-19 tak berhasil. Justru langkah terbaik memutus mata rantai Covid-19 adalah dengan melakukan tes dan tracing,” kata Andani yang pernah sengaja diajak Dahlan Iskan untuk ikut membantu menangani Covid-19 di Jawa Timur.

Bedanya, Sumatera Barat karena bukan episentrum politik nasional, setiap langkah penanganan Covid-19 tak dipolitisir. Lain dengan DKI Jakarta. Langkah Anies Baswedan memassifkan tes PCR dengan konsekuensi banyaknya temuan kasus baru, justru digoreng pihak-pihak yang berseberangan.

Toh, Anies Baswedan bergeming. “Makin banyak menemukan kasus, makin cepat kita bisa memutus rantai penularan dan makin bisa menyelamatkan nyawa,” katanya pada Juni lalu. Hingga saat ini, sikap dan kebijakan itu terus dia pertahankan.

Kini, setelah sempat jadi sasaran serbuan buzzer, strategi Anies Baswedan termasuk membuahkan hasil. Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta yang ujungnya adalah menekan tingkat kematian terhitung rendah. Hanya 2,75 persen. Tak beda jauh dengan Sumatera Barat yang memiiki pola penanganan serupa, dengan 2,18 persen.

Anies Baswedan menyebutkan pihaknya terus berusaha memaksimalkan semua potensi yang ada untuk menyelamatkan warga Jakara. “Semoga Allah menolong dan memudahkan kita selalu,” katanya.

Tapi, dia sekali lagi menegaskan, apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta takkan pernah berhasil tanpa dukungan warga. “Kami tidak pernah lelah dan kendur  dalam upaya penanganan pandemi ini. Keberhasilan ini bergantung pada kepatuhan warga Jakarta seluruhnya,” katanya.

Tingkat Kematian Covid-19 Indonesia
1.Jawa Timur                     7,14%
2.Jawa Tengah                  7,06%
3.Bengkulu                        6,65%
4.Sumatera Selatan          5,95%
5.Nusa Tenggara Barat     5,90%
6.Sumatera Utara              4,39%
7.Sulawesi Tengah            4,37%
8.Kalimantan Selatan        4,22%
9.Lampung                        4,20%
10.Kalimantan Timur         4,17%
19.DKI Jakarta                  2.75%
21.Jawa Barat                   2,25%
22.Sumatera Barat            2,18%
 


Editor : Zulfirman