Bukan Hanya Tumpuan di Lini Depan: Ketika Para Bek dan Gelandang Persib Jadi Mesin Gol Tambahan di Liga 1 2024/25

Stadion Gelora Bandung Lautan Api bergemuruh pada Jumat malam, 18 April 2025, ketika Persib Bandung sukses menundukkan Bali United dalam lanjutan pekan ke-29 Liga 1 2024/25.

Bukan Hanya Tumpuan di Lini Depan: Ketika Para Bek dan Gelandang Persib Jadi Mesin Gol Tambahan di Liga 1 2024/25
Bukan Hanya Tumpuan di Lini Depan: Ketika Para Bek dan Gelandang Persib Jadi Mesin Gol Tambahan di Liga 1 2024/25

INILAHKORAN, Bandung – Stadion Gelora Bandung Lautan Api bergemuruh pada Jumat malam, 18 April 2025, ketika Persib Bandung sukses menundukkan Bali United dalam lanjutan pekan ke-29 Liga 1 2024/25.

Bukan David da Silva atau Ciro Alves yang mencatatkan namanya di papan skor, melainkan dua nama yang biasanya tak terlalu sering jadi sorotan dalam urusan mencetak gol: Beckham Putra Nugraha dan Gustavo Franca.

Kemenangan ini menjadi simbol bahwa ketajaman Persib tak melulu bergantung pada lini depan. Tim asuhan Bojan Hodak itu menunjukkan fleksibilitas luar biasa dalam menyerang, bahkan lewat kaki para pemain bertahan dan gelandang.

Salah satu contoh mencolok adalah Gustavo Franca. Pemain asal Brasil yang bermain sebagai bek itu telah mencetak empat gol hingga pekan ke-29. Sebuah torehan impresif untuk seorang pemain bertahan.

Franca tampil agresif dalam situasi bola mati dan tak jarang ikut merangsek ke kotak penalti lawan. Ia menjadi ancaman nyata di area yang biasanya menjadi dominasi penyerang.

Di sisi lain, Beckham Putra Nugraha yang beroperasi sebagai winger juga menunjukkan produktivitasnya. Golnya ke gawang Bali United menjadi gol keenamnya musim ini—jumlah gol terbanyak yang pernah ia cetak dalam satu musim sejak promosi ke tim senior pada 2019.

Secara mengejutkan, jumlah gol yang dicetak Beckham dan Franca bahkan melampaui torehan beberapa pemain yang berposisi murni sebagai penyerang. Ryan Kurnia baru mengemas tiga gol, Muhammad Dimas Drajad dua gol, dan Gervane Kastaneer baru mencatatkan satu gol.

Sementara itu, duet utama di lini depan tetap mendominasi papan skor Persib: David da Silva dengan 7 gol dan Ciro Alves dengan 6 gol.

Namun, keunikan musim ini adalah kontribusi gol dari para pemain non-penyerang. Selain Beckham dan Franca, ada juga Tyronne del Pino yang menjadi top skor tim dengan 14 gol, disusul oleh Nick Kuipers (3 gol), Marc Klok (1), Adam Alis (1), dan Mohamad Edo Febriansah (1).

Total hingga pekan ke-29, Persib telah mengoleksi 51 gol dan hanya kebobolan 27 gol, catatan yang mencerminkan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.

Dengan distribusi gol yang merata seperti ini, Persib bukan hanya menunjukkan kedalaman skuad, tapi juga menjadi tim yang sulit ditebak oleh lawan. Musim ini, ancaman bisa datang dari mana saja—bukan hanya dari ujung tombak.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan