Bukan Orasi dan Tebar Janji, Begini Aksi Didik Agus Triwiyono Isi Momen Kampanye di Masyarakat

Calon Bupati Bandung Barat, Didik Agus Triwiyono selalu memiliki cara tersendiri untuk bisa menarik hati masyarakat dalam setiap kunjungannya.

Bukan Orasi dan Tebar Janji, Begini Aksi Didik Agus Triwiyono Isi Momen Kampanye di Masyarakat
Jika sejumlah calon kerap bermain dengan orasi, namun calon bupati dengan nomor urut 1 ini punya cara yang berbeda. Terbaru, pasangan dengan akronim DILAN (Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirga) ini memborong coet yang tak lain merupakan produk local Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (istiemwa)

INILAHKORAN, Ngamprah - Calon Bupati Bandung Barat, Didik Agus Triwiyono selalu memiliki cara tersendiri untuk bisa menarik hati masyarakat dalam setiap kunjungannya.

Jika sejumlah calon kerap bermain dengan orasi, namun calon bupati dengan nomor urut 1 ini punya cara yang berbeda. Terbaru, pasangan dengan akronim DILAN (Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirga) ini memborong coet yang tak lain merupakan produk local Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Namun, aksi tersebut bukan sekadar untuk menyenangkan hati masyarakat saja, melainkan datang dengan niat mulia untuk mendorong kemajuan UMKM lokal milik warga.

Pria yang akrab disapa Kang Didik itu mengaku, dirinya ingin memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM di KBB, termasuk di Desa Jayamekar lantaran hasil karya kerajinan tangan yang dihasilkan para pengrajin coet ini menjadi satu-satunya usaha mereka untuk menghidupi keluarganya masing-masing.

"Saya ingin usaha warga Jayamekar semakin maju dan dikenal luas. Dengan membeli produk mereka, kita bisa langsung membantu meningkatkan ekonomi lokal," kata Kang Didik belum lama ini.

Selain itu, sambung Didik, langkah yang dilakukan merupakan bukti nyata kepedulian pasangan DILAN dalam mendukung pengembangan usaha kecil di wilayah tersebut.

"Tantangan yang selama ini dihadapi pengrajin coet itu pemasaran. Dengan langkah ini mudah-mudahan mereka bisa terbantu," katanya.

Didik juga berharap, aksinya itu bisa lebih memotivasi banyak orang untuk mendukung produk-produk lokal, serta terus mengembangkan potensi usaha kecil yang ada di desa-desa.

"Langkah kecil seperti ini dapat memberi dampak besar dalam jangka panjang, terutama bagi pengembangan UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi lokal," ucapnya.

Gayung bersambut, aksi yang dilakukan Didik Agus Triwoyono itu mendapat sambutan positif dari para pengrajin coet di Desa Jayamekar.

Salah seorang pengrajin coet mengatakan, aksi Pak Didik ini menjadi bukti nyata bahwa pasangan DILAN peduli terhadap pengembangan usaha kecil di Desa Jayamekar.

"Kami para pengrajin coet ini merasa terbantu dengan cara Pak Didik memborong produk coet hasil karya kami, karena selama ini pemasaran coet ini masih menjadi tantangan yang harus kami hadapi," katanya.

Tak hanya itu, aksi borong coet yang dilakukan Pak Didik ini bukan sekadar kampanye biasa, namun telah meninggalkan jejak kepedulian dan tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Terimakasih Pak Didik, dengan begini kami merasa usaha kami diakui dan semoga ke depan bisa lebih maju," ungkapnya. 


Editor : Doni Ramdhani