Didik Agus Triwiyono dan Gilang Dirga Ungkap Makna Dibalik Jargon Benahi KBB di Pilbup Bandung Barat 2024
Didik Agus Triwiyono dan Gilang Dirga menjadi salah satu pasangan pada Pilbup Bandung Barat 2024 yang telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Didik Agus Triwiyono dan Gilang Dirga menjadi salah satu pasangan pada Pilbup Bandung Barat 2024 yang telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat.
Sebelum berpasangan dengan Gilang Dirga, Didik Agus Triwiyono mengaku secara pribadi dirinya sudah mendapatkan restu dari Presiden PKS untuk maju pada Pilbup Bandung Barat 2024.
"Kami (Didik Agus Triwiyono dan Gilang Dirga) belum deklarasi karena memang kalau saya secara pribadi sudah dapat restu dari Presiden PKS. Termasuk dari Partai Demokrat kita sudah dapat rekomendasi untuk maju Pilbup Bandung Barat 2024, tanggal 20 Agustus saya akan menjemput rekomendasi dari PKS," kata Didik Agus Triwiyono, Minggu 18 Agustus 2024.
Sejak mendapatkan SK Presiden PKS dan diperkuat dengan rekomendasi yang diberikan Ketum Demokrat, dirinya dan Gilang Dirga terus berkeliling ke berbagai wilayah di Bandung Barat dan memahami apa yang diharapkan masyarakat.
"Ternyata saat keliling di samping sosialisasi, porsi yang didapat lebih banyak belanja masalah. Saya ketemu petani, guru, guru ngaji, pedagang di pasar ada banyak masalah," ujarnya.
"Dibalik masalah-masalah itu, ada harapan mereka yakin kepada kita bakal memberikan solusi terhadap permasalahan mereka," sambungnya.
Sehingga, terang Didik, dirinya bersama Gilang Dirga harus hadir dan memberikan solusi. Sebab, para kesepuhan di KBB dengan sangat gamblang dan eksplisit menitipkan cita-cita pemekaran Bandung Barat, yakni mewujudkan kesejahteraan warga KBB.
"Selama lima tahun ke depan cita-cita pemekaran KBB harus kita wujudkan sama-sama," terangnya.
"Kami mencoba menegaskan bahwa Dilan, dilandasi niat yang ikhlas dan tekad yang kuat untuk Benahi KBB. Karena banyak harapan yang sampai saat ini belum terwujud," sambungnya.
Didik pun menjabarkan 'Benahi' yang menjadi jargon dirinya bersama Gilang Dirga yang terdiri dari enam huruf. Dimulai dari huruf B, adalah Birokrasi yang bersih, inovatif dan melayani.
"Jadi mindset dan tata kelola birokrasi dari tingkat kabupaten hingga ke bawah kita berharap orang bersih bisa semakin mendominasi," jelasnya.
Kemudian, E yakni Ekonomi yang kuat karena pihaknya menemukan banyak masyarakat yang mengharapkan momentum Pilkada ini menjadi waktunya untuk meningkatkan perekonomian.
"N, adalah nilai-nilai agama dan budaya yang perlu kita lestarikan dan kita jaga," ucapnya.
"KBB adalah daerah religius banyak pesantren, ini harus kita jaga dan lestarikan," sambungnya.
Selanjutnya huruf A, adalah Akses layanan dasar pendidikan dan kesehatan yang mudah dan berkualitas yang sangat diharapkan masyarakat.
"H, adalah Hijau dan lestari lingkungannya. Kita ingin lingkungan yang terjaga. Kita ingin Kawasan Bandung Utara dan KBB wilayah selatan bukan sekadar dihijaukan, tapi juga menjadi lahan produktif," jelasnya.
"Termasuk mengentaskan persoalan sampah dab persoalan lingkungan lainnya," ucapnya.
Terakhir huruf I, adalah Infrastruktur yang berkualitas yang bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Kami ingin top of mind KBB ini bukan korupsi atau hal negatif, melainkan KBB ini dikenal dengan lumbung sayur atau pusat bunga nusantara misalnya," katanya.
Editor : Doni Ramdhani


