INILAH, Bandung - Maraknya kasus kesehatan yang disebabkan penyakit Demam Berdarah (DBD) dan Diare, jadi perhatian PT. Amerta Indah.
Pocari Sweat sebagai produsen minuman isotonik, telah lama berkontribusi dalam memberantas penyebaran penyakit DBD dan Diare di Indonesia.
Salah satu bentuk kepedulian kesehatan Pocari Sweat adalah dengan menggelar ‘ Pocari Sweat Medical Conference’ di Hotel Garden Permata, Bandung. Sabtu (15/12) lalu.
Pocari Sweat bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta mendapat dukungan penuh dari Perhimpunan Dokter Umum Indonesia di wilayah Jawa Barat, mengadakan seminar untuk menekan jumlah penderita demam berdarah dan diare bagi masyarakat dan dokter umum.
Hal tersebut, di ungkapkan langsung oleh Ricky Suhendra Marketing dan Coorporate Communication Director PT. Amerta Indah Otsuka selaku produsen Pocari Sweat.
Ricky mengatakan pihaknya sengaja menggelar Medical Conference sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan, dengan tujuan untuk memberi pemahaman para dokter akan pentingnya cairan elektrolit dalam menekan jumlah penderita DBD dan Diare.
” Medical Conference di gelar dengan tujuan untuk membantu pemahaman para dokter dan pentingnya cairan elektrolit dalam menekan jumlah penderita DBD dan Diare, serta kami berusaha untuk membantu paramedis untuk dapat memberikan pelayanan dengan kualitas komunikasi terbaik bagi masyarakat khususnya bagi pasien,”ujarnya.
Para pembicara yang dihadirkan dalam seminar ini adalah dr. Bagus Anindito, spPD dengan materi ‘Fluid Therapy for Dengue, dan dr. Nancy Ervanni, spA dengan materi ‘ Diarthea for Children’. Dalam seminar ini para pembicara lebih menekankan kepada paramedis untuk tetap waspada dan mengetahui update dari penyakit ini, agar pasien dapat segera mendapat penanganan yang cepat dan tepat.
“Seminar ini dilakukan agar paramedis tetap waspada dan mengetahui update dari penyakit ini, sehingga pasien dapat segera tertangangi dengan cepat dan tepat, karena masih banyak paramedis yang belum mengetahui pentingnya cairan elektrolit bagi penderita DBD. Oleh karena itu, seminar ini penting untuk menambah engetahuan paramedis,” ujar dr. Bagus Anandito, spPD, yang juga merupakan dokter RS. Pindad