Bupati Dadang Ungkap Bumdes yang Sehat Baru 5 Persen dari 273 Desa

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan Badan Usaha Miliki Desa (Bumdes) yang dinyatakan sehat baru sekitar 5 persen jumlah 273 desa. Padahal menurutnya potensi Bumdes sangat besar untuk meningkatkan kemajuan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat desa

Bupati  Dadang Ungkap Bumdes yang Sehat Baru 5 Persen dari 273 Desa
Bupati dadang Supriatna

INILAHKORAN,Soreang - Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan Badan Usaha Miliki Desa (Bumdes) yang dinyatakan sehat baru sekitar 5 persen jumlah 273 desa. Padahal menurutnya potensi Bumdes sangat besar untuk meningkatkan kemajuan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat desa.

"Terus terang saja, tadinya saya ingin menyimpan uang pinjaman modal bergulir tanpa jaminan tanpa bunga itu di Bumdes.  Tetapi setelah kita kroscek, ternyata baru 5 persen saja Bumdes yang sehat dari jumlah 273 desa," kata Dadang saat memberikan arahan pada Sosialisasi Pengembangan BUMDes, di Soreang Jumat  7 September 2024.

Padahal menurut pemikirannya, dengan dibentuknya Bumdes diharapkan desa bisa mendapatkan penambahan pendapatan dan mampu mengelola potensi dari masing-masing desa. Bumdes dibuat dengan harapan dapat membantu pemerintah dalam rangka percepatan ekonomi  dan memajukan masyarakat, serta mampu melakukan inovasi untuk kemajuan desa. 

"Nah pertanyaannya apakah Bumdes sudah bisa melaksanakan tujuan dibentuknya Bumdes.Saya kira ini harus dievaluasi,"ujarnya.

Jangan hanya gayanya saja di tiap desa ada Bumdes, kata Dadang, tapi kemampuan dalam rangka membuat Kelompok Usaha Bersama (Kube) saja tidak mau. Bahkan posisi Bumdes kebanyakan kini malah cenderung merugi setiap tahunnya.

"Padahal kita sudah mempersiapkan anggaran berapapun kebutuhan Bumdes, kita akan cover. Kita sudah menyimpan Rp70 miliar di BPR Kerta Raharja dan Bank bjb untuk program pinjaman dana bergulir tanpa bunga tanpa jaminan, silahkan kolaborasikan dengan Bumdes," katanya.

Bumdes diharapkan bisa berinovasi membuat program kerjasama dengan BUMD milik Pemkab Bandung yang lainnya selain BPR, baik dengan Perumda Air Minum Tirta Raharja untuk bidang air minum, maupun PT Bandung Daya Sentosa untuk bidang pertanian.

"Jadi, saya kira bahwa kalau berbicara masalah Bumdes, bisakah para pengurusnya  itu mempunyai pemikiran-pemikiran dan karakter entrepreneur, punya pemikiran jadi pengusaha? Karena sampai saat ini jujur saya sampaikan, Bumdes ini peranannya belum ada yang maksimal," ujarnya.
 
Dadang berharap Bumdes benar-benar bisa diandalkan di desanya masing-masing. Hal itu bisa dilakukan dengan peningkatan SDM yang paham digitalisasi, memahami tugas pokok dan fungsinya.

"Berikanlah pengelolaan Bumdes ini kepada orang yang profesional.  Ke depan kita akan lihat dan memberikan reward and punisment kepada Bumdes. Bagi yang berprestasi kita berikan reward. Sebaliknya bagi yang mengecewakan kita berikan punishment," ujarnya.

Selain itu dengan pengelolaan big data, adanya riset kajian, membangun institusi yang kuat dan pengelolaan keuangan yang baik.

"Karena itu saya mengajak kepada seluruh pengurus Bumdes  di Kabupaten Bandung, yuk kita sama-sama bangkit, jangan terlalu lama kita tidur," katanya. ***


Editor : Ahmad Sayuti