Bupati Dadang Tinjau Lokasi Bencana Longsor di Kampung Condong Arjasari
Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi bencana longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu 6 Desember 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi bencana longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu 6 Desember 2025.
Longsor mengakibatkan tiga orang warga hilang diduga tertimbun material longsor dan dua rumah rusak berat itu terjadi pada Jumat 6 Desember sore kemarin setelah kawasan tersebut diguyur hujan lebat.
Bupati Dadang yang juga didampingi Sekretaris Daerah yang juga Kepala BPBD Kabupaten Bandung Cakra Amiyana,
"Kami mendapat laporan sekitar pukul 17.00 WIB setelah terjadinya longsor. Tim BPBD langsung merespons dari Posko Baleendah. Namun proses evakuasi tidak dapat dilakukan pada Jumat sore karena minimnya penerangan dan kondisi tanah yang masih sangat labil," kata Dadang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, lanjut Dadang, terdapat tiga korban hilang yang diduga tertimbun material longsor yaitu masing-masing adalah Aisyah (60), Citra (19), dan Alfa (10).
Dua korban diperkirakan tertimbun di area rumah, sementara satu korban anak-anak diduga berada di sekitar bantaran sungai.
"Ada dua titik pencarian. Kondisi tanah masih labil sehingga penanganan harus dilakukan secara hati-hati," ujarnya.
Dadang menginstruksikan agar seluruh warga di zona rawan segera mengungsi ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman. Jika tidak memungkinkan, pemerintah desa diminta menyiapkan tenda darurat dan BPBD diminta mempersiapkan logistik kebutuhan pengungsi sementara.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan termasuk adanya longsor susulan, pihak kepolisian telah membatasi akses masyarakat ke lokasi longsor dengan memasang police line atau garis polisi.
"Demi keselamatan bersama, kami mengimbau agar masyarakat tidak memasuki areal longsor maupun areal pencarian korban. Hanya petugas yang berkepentingan yang boleh masuk ke areal pencarian," katanya.
Dadang telah menginstruksikan agar proses pencarian korban diduga tertimbun longsor dipercepat. Basarnas bersama tim gabungan menurunkan sekitar 100 orang personel dari berbagai instansi dan relawan guna melakukan pencarian korban.
Selain ratusan relawan, Dadang juga telah menurunkan alat berat ke lokasi. Hanya saja, penggunaan alat berat dinilai belum memungkinkan karena kondisi tanah yang rentan terjadi longsor susulan.
"Alat berat sebenarnya sudah siaga, namun berisiko memicu longsoran tambahan. Untuk sementara pencarian dilakukan secara manual,” ujarnya.
Tak hanya itu, tim gabungan telah menyiapkan sekitar 100 cangkul, 4–6 unit mesin Alkon, dan peralatan pendukung lainnya.
Pemerintah Kabupaten Bandung telah mengeluarkan surat penetapan status Tanggap Darurat Bencana terhitung 5–14 Desember 2025, mengingat saat ini 15 kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak bencana akibat cuaca ekstrem.
Dadang juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah kerusakan lingkungan.
Dadang juga meminta pihak-pihak yang melakukan penebangan pohon maupun perusakan hutan untuk menghentikan kegiatannya. Ia mengancam akan menyeret mereka ke ranah hukum.
"Kepada pihak yang masih melakukan perusakan hutan, saya tegaskan hentikan. Ini memperbesar risiko bencana,"ujarnya.
Perwakilan Basarnas, Nova, mengatakan bahwa pemantauan dari udara menunjukkan kondisi tebing dan struktur tanah yang sangat berbahaya.
"Situasinya cukup ekstrem. Kami perlu memperhatikan risiko-risiko sebelum tim masuk ke lapangan. Kami berupaya maksimal dengan sumber daya yang ada, tetapi keselamatan petugas tetap prioritas," kata Nova.(rd dani r nugraha)
Editor : Ahmad Sayuti

