Bupati Purwakarta Kena Hukum Dedi Mulyadi, Polemik 'Lalaki Langit, Lalanang Bejad'
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memanggil Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, buntut lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" yang menimbulkan polemik di teng
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memanggil Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, buntut lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" yang menimbulkan polemik di tengah publik, karena disinyalir mendiskreditkan perempuan.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi menegaskan Pemprov Jabar tidak memberikan hukuman, karena untuk kepala daerah merupakan kewenangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Kita tidak punya otorisasi, untuk memberikan hukuman kepada kepala daerah, karena dia adalah kepala daerah otonom. Tetapi kita ini diberikan tugas untuk melakukan pembinaan, pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah," ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (5/7/2026).
Meski demikian, ia mengatakan supaya persoalan ini tidak berlarut-larut, maka pihaknya meminta penjelasan rinci dari Saepul Bahri Binzein terkait lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" tersebut.
"Kita ingin yang pertama untuk meminta penjelasan Pak Bupati, apa yang menjadi latar belakang dibuatnya lagu tersebut," tanya Dedi.
Supaya tidak terulang, Dedi memberikan sanksi sosial kepada Saepul Bahri Binzein, buntuk polemik yang terjadi.
"Saya memberikan sanksi sosial. Sanksi sosialnya adalah Pak Bupati diberikan tugas untuk merenovasi 10 rumah janda, tanpa menggunakan APBD di Purwakarta. Itu bagian dari kita memuliakan perempuan," ujarnya.
Bukan hanya renovasi, ia juga meminta Bupati Purwakarta ini menyekolahkan anak-anak dari para janda tersebut, serta mencarikannya pekerjaan.
"Dan yang direnovasi adalah harus rumah janda yang usianya muda. Kenapa? justru kalau dia tidak direnovasi, anak-anaknya tidak disekolahkan. Bapak juga diberikan tugas untuk menyekolahkan anaknya. Kalau dia tidak punya penghasilan dalam usia muda, berpotensi dia minimal harus ke luar negeri meninggalkan anak-anaknya. Jadi bapak hari ini cari perempuan yang memiliki anak di bawah umur, mencegah pergi ke luar negeri, dibangun rumahnya, dicarikan pekerjaan, di sekolahkan anak-anaknya," pintanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Saepul Bahri Binzein mengaku menyanggupinya. Mendapat jawaban tersebut, Dedi meminta DP3AKB Jabar turut mengawasi agar dapat berjalan lancar.
"Nanti dimonitoring oleh kepala pemberdayaan perempuan perlindungan anak, mohon dilaksanakan," katanya.***
Editor : JakaPermana

