Butuh Rp20 Miliar Sempurnakan Asrama Haji Indramayu, Kemenag Jabar Minta Dukungan Pemprov

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian menuturkan, butuh biaya sekitar Rp20 miliar untuk menyempurnakan Asrama Haji Indramayu.

Butuh Rp20 Miliar Sempurnakan Asrama Haji Indramayu, Kemenag Jabar Minta Dukungan Pemprov
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian menuturkan, butuh biaya sekitar Rp20 miliar untuk menyempurnakan Asrama Haji Indramayu.

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian menuturkan, butuh biaya sekitar Rp20 miliar untuk menyempurnakan asrama haji Indramayu.

Ini disampaikan Boy, dalam rapat koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Haji 2025 di Kantor DPRD Jabar, Rabu 26 Februari 2025.

Boy menerangkan, dalam pertemuan tersebut diakui bahwa BIJB Kertajati dan Asrama Haji Indramayu sudah sangat siap untuk melayani jamaah haji.

Khususnya Asrama Haji Indramayu, yang dinilai kamar dan fasilitas lainnya sudah sangat baik bila dibandingkan dengan Asrama Haji Bekasi.

Hanya saja dia tidak menampik masih ada kekurangan, di akses jalan, masjid, penerangan jalan umum (PJU) dan ketersediaan air bersih.

"Dibutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk menyelesaikan infrastruktur pendukung tersebut," kata Boy dalam keterangan tertulis.

Pihaknya berharap, seiring dengan adanya kebutuhan ini, Pemerintah Provinsi Jabar dan DPRD tidak melakukan efisiensi pada program haji dan umrah.

Terlebih BIJB Kertajati dan Asrama Haji Indramayu telah dianggap sebagai proyek strategis nasional (PSN), yang harus didukung agar dapat meningkatkan ekosistem perekonomian di sekitarnya.

"Pembahasan APBD perubahan 2025 menjadi momen penting untuk mengalokasikan anggaran bagi proyek ini," ucapnya.

Asrama Haji Indramayu ini sambung dia, turut diproyeksikan untuk jamaah haji Jabar dan Jawa Tengah, dengan pertimbangan daerah asal yang dekat BIJB Kertajati.

Selain itu, turut diproyeksikan pembangunan rumah sakit dan sarana praktik manasik haji di Asrama Haji Indramayu.

"Targetnya mampu menampung 1.600 jamaah haji dan mendukung keberangkatan 40 ribu jamaah haji, serta 300.000–400.000 jamaah umrah per tahun," kata dia.

Soal kendala yang dihadapi, untuk air bersih kata Boy, tengah diupayakan mengajukan sambungan PDAM Tirta Darma Ayu mengingat kualitas air tanah disana cenderung payau. Namun ini tidak mudah, karena proses perizinannya yang panjang.

"Alternatifnya, air bisa dipasok dari HL PDIH, dengan ketersediaan dua tangki yang siap digunakan untuk mendukung kelancaran ibadah haji 2025. Jika dibutuhkan tambahan tangki, akan disiapkan sesuai dengan permintaan," kata dia.

Sedangkan untuk PJU dan jalan akan diselesaikan secara bertahap. Sedangkan masjid kata dia, membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar.

"Alternatif sementara, penyediaan selasar atau area ibadah sementara. Alternatif solusi jangka panjang, pendanaan melalui skema CSR dari bank syariah, seperti BSI atau BJB Syariah," terangnya.***


Editor : JakaPermana