Kemenhaj Jabar Bidik Kantor Permanen di Kawasan Masjid Al Jabbar

Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat dipastikan akan berkantor sementara di Asrama Haji (Ashaj) Indramayu mulai Februari 2026.

Kemenhaj Jabar Bidik Kantor Permanen di Kawasan Masjid Al Jabbar
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat dipastikan akan berkantor sementara di Asrama Haji (Ashaj) Indramayu mulai Februari 2026. /istimewa

INILAHKORAN.ID – kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat dipastikan akan berkantor sementara di asrama haji (Ashaj) Indramayu mulai Februari 2026. Langkah ini diambil, sembari menunggu kepastian lokasi kantor permanen yang tetap direncanakan berada di ibu kota provinsi.

Kepala Kantor Kemenhaj Provinsi Jawa Barat, Boy Hari Novian mengatakan, saat ini pihaknya mulai memindahkan sebagian aset dan dokumen dari kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jabar di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung, ke Indramayu secara bertahap.

“Sekarang sementara masih di Sudirman, rencananya memang mau pindah ke Asrama Haji Indramayu,” ujar Boy, dikutip Kamis 29 Januari 2026.

Boy menjelaskan, pemilihan Asrama Haji Indramayu sebagai kantor sementara bukan tanpa alasan. Menurutnya, fasilitas di Ashaj Indramayu relatif lebih siap untuk menunjang aktivitas kelembagaan, sekaligus lebih dekat dengan pelayanan dan kegiatan teknis Kemenhaj.

“Yang ada dulu saja, kantor yang fasilitasnya sudah siap. Kita juga akan banyak berkegiatan di Asrama Haji Indramayu, mulai dari bimbingan teknis sampai kegiatan lainnya, sekaligus persiapan penyelenggaraan operasional,” ucapnya.

Meski demikian, Boy menegaskan perpindahan tersebut bersifat temporer. Untuk jangka panjang, Kemenhaj Jabar tetap menargetkan kantor permanen berada di Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, Kemenhaj Jabar tengah mengajukan lahan hibah yang diharapkan dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan kantor permanen. Salah satu kawasan yang dibidik berada di Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung.

“Kami mengajukan tanah hibah supaya nanti kantor bisa dibangun oleh pusat. Lahan hibah yang kami bidik ada di sekitar Masjid Al Jabbar, lahannya masih luas,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang telah menawarkan opsi berkantor di kawasan Masjid Raya Al Jabbar. Namun hingga kini, Kemenhaj Jabar masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan final. Saat ini, Kemenhaj Jabar masih bergabung dengan Kanwil Kemenag Jabar di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung.

“Ke depan mudah-mudahan ada anggaran pembangunan. Sementara untuk lahannya, bisa berasal dari hibah Pemprov Jabar,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Barat, Andrie Kustria Wardana mengungkapkan, bahwa tawaran berkantor di Masjid Raya Al Jabbar disampaikan langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi saat audiensi dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah serta jajaran Kemenhaj Jabar pada awal Desember lalu.

Namun kata Andrie, tawaran tersebut belum mendapat respons resmi karena Kemenhaj masih melakukan kajian, termasuk mempertimbangkan lokasi alternatif lain, seperti opsi berkantor di Asrama Haji Bekasi.

“Sebenarnya banyak ruang yang bisa dimanfaatkan di Masjid Al Jabbar. Selain sebagai pusat layanan, kawasan ini juga destinasi wisata religi, sehingga bisa lebih dinamis,” katanya.

Menurut Andrie, lokasi Masjid Raya Al Jabbar yang berada di ibu kota provinsi dinilai strategis dan diharapkan dapat mempermudah koordinasi lintas instansi, dibandingkan jika berkantor di daerah lain.

“Tapi pada akhirnya kami menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Kemenhaj. Pemprov hanya memberikan alternatif pilihan agar pelaksanaan tugas urusan haji dan umrah di Jawa Barat bisa berjalan optimal,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana