Banjir Kantor Dishub Bandung Ditargetkan Tuntas 2027, Kolam Retensi Jadi Solusi
Dishub Kota Bandung berharap persoalan banjir di kawasan kantornya teratasi pada 2027 melalui pengerukan saluran air dan rencana pembangunan kolam retensi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menargetkan persoalan banjir di kawasan kantornya dapat teratasi pada 2027. Sejumlah pembenahan saluran air telah dilakukan, sementara pembangunan kolam retensi direncanakan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi risiko genangan.
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, penanganan banjir dilakukan melalui pembenahan saluran di bagian depan dan belakang kantor. Di kawasan Gedebage, saluran yang mengarah ke jalan tol telah diperlebar melalui pendalaman dan pengerukan, disertai pembangunan kirmir untuk memperlancar aliran air.
"Karena memang di depan, dan di belakang kantor Dishub ada saluran di Gedebage. Di ujungnya dekat yang menuju ke tol, sudah ada pendalaman, sudah dikeruk dan dibuat kirmir," kata Rasdian, Jumat (30/10/2026).
Selain pembenahan saluran, pembangunan infrastruktur juga tengah berlangsung di bagian depan kantor yang berbatasan dengan jalur tol. Penanganan secara bertahap tersebut diharapkan dapat mengurangi genangan yang selama ini menghambat aktivitas di kawasan Dishub.
Rasdian menyebut, pembangunan kolam retensi di samping kantor Dishub berpeluang menjadi bagian dari penanganan banjir berikutnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan kolam retensi tersebut direncanakan pada 2027.
"Kalau tidak salah yang saya tahu, nanti pertama tahun 2027 akan dibangun kolam retensi di samping Dishub. Kayaknya kemungkinan bisa dibangun di situ. Jadi ada kolam retensi di Dishub tiga, nanti di sebelah situ," ucapnya.
Meski demikian, rencana pembangunan kolam retensi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDBM), terutama terkait kepastian lokasi, tahapan pengerjaan, dan jadwal pelaksanaan.
Rasdian berharap penanganan banjir dapat terus berjalan hingga akhir 2026 dan berlanjut pada tahun berikutnya. Dengan begitu, kawasan kantor Dishub tidak lagi mengalami banjir sehingga aktivitas perkantoran dan pelayanan masyarakat dapat berlangsung normal.
"Harapannya akhir tahun ini juga bisa, tetapi bertahap. Mudah-mudahan tahun depan sudah tidak banjir lagi di kantor Dishub, sehingga pelayanan bisa berjalan lancar," ujarnya.
Banjir Ganggu Pelayanan Pengujian Kendaraan
Persoalan banjir di kawasan kantor Dishub bukan sekadar mengganggu aktivitas pegawai, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelayanan publik. Salah satu layanan yang berpotensi terhenti adalah pengujian kendaraan atau uji KIR.
Menurut Rasdian, genangan dapat menghambat akses masuk sekaligus mengganggu operasional tempat pengujian kendaraan. Akibatnya, masyarakat yang telah mendaftar secara daring berisiko tidak bisa menjalani pengujian sesuai jadwal.
"Kalau banjir, yang pasti mengganggu pelayanan. Bisa libur pengujian karena tidak bisa operasional. Satu sisi akses masuk banjir, yang kedua juga tidak bisa masuk karena banjir," tuturnya.
Dampak banjir terhadap pelayanan tersebut pernah dirasakan pada awal 2025. Rasdian mengungkapkan, genangan di kawasan kantor bahkan bertahan hingga sekitar satu pekan sehingga menghambat aktivitas pelayanan dalam waktu cukup lama.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat telah meluangkan waktu dan melakukan pendaftaran sebelum datang ke lokasi. Ketika banjir menghalangi pelayanan, pemohon pengujian kendaraan terpaksa berisiko kembali pulang meskipun telah mengikuti prosedur pendaftaran.
"Kasihan nanti yang sudah datang dan mau diuji kendaraannya, tetapi harus pulang lagi karena banjir. Padahal mereka sudah daftar online, tahu-tahu banjir. Pelayanan kita diutamakan karena menjadi prioritas," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

