Banjir Berulang di Trusmiland Klayan Tahap 5, DPRD Cirebon Siapkan Kajian Teknis
DPRD Kabupaten Cirebon meninjau banjir berulang di Perumahan Trusmiland Klayan Tahap 5 dan menyiapkan kajian teknis untuk menentukan solusi drainase.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon menindaklanjuti keluhan warga Perumahan Trusmiland Klayan Tahap 5 terkait banjir yang terus berulang setiap musim hujan. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Anton Maulana turun langsung meninjau lokasi untuk mengidentifikasi penyebab banjir dan mencari solusi penanganannya.
Peninjauan tersebut dilakukan menyusul keluhan warga terhadap manajemen atau pengembang Trusmiland yang dinilai belum memberikan penanganan konkret atas persoalan banjir di kawasan perumahan.
Dari hasil peninjauan sementara, persoalan banjir diduga tidak hanya berkaitan dengan rendahnya posisi rumah dan jalan, tetapi juga sistem drainase serta saluran pembuangan air yang dinilai belum memadai.
Anton mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa peninggian rumah maupun jalan menjadi solusi utama. Menurutnya, kajian teknis perlu dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan penyebab banjir sekaligus menentukan pola penanganan yang tepat.
“Solusi pertama, kami akan melakukan kajian teknis terlebih dahulu. Harus jelas persoalannya seperti apa dan air ini harus dibuang ke mana,” kata Anton, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan kondisi di lapangan, terdapat dugaan air hujan tertahan di dalam kawasan perumahan karena sistem drainase dan saluran pembuangan belum berfungsi optimal. Posisi gorong-gorong yang disebut lebih tinggi juga diduga menghambat aliran air keluar dari kawasan tersebut.
Karena itu, Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon berencana berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon untuk memperoleh kajian dari sisi teknis.
“Kami belum yakin peninggian saja bisa menyelesaikan persoalan. Percuma dilakukan peninggian kalau saluran airnya tidak dibenahi. Makanya harus dicek dulu secara teknis,” ujarnya.
Menurut Anton, hasil kajian nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan, mulai dari pembenahan drainase, pembangunan saluran pembuangan, hingga tindakan teknis lainnya sesuai kondisi di lapangan.
Komisi III juga tidak ingin penanganan dilakukan secara parsial karena dikhawatirkan hanya memindahkan persoalan banjir tanpa menyelesaikan penyebab utamanya.
“Yang penting sekarang saluran airnya dulu, pembuangannya ke mana harus jelas. Setelah kajian teknis selesai, baru bisa ditentukan solusi yang tepat,” katanya.
DPRD Cirebon Kawal Keluhan Warga
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut laporan dan audiensi warga Perumahan Trusmiland Klayan Tahap 5 yang selama beberapa tahun mengeluhkan banjir saat musim hujan.
Warga sebelumnya meminta pengembang segera memberikan solusi konkret, termasuk membenahi infrastruktur kawasan agar banjir tidak terus berulang.
Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut. Terlebih, warga menilai penyelesaian dari pihak pengembang hingga kini belum memberikan kepastian.
Anton berharap kajian teknis dapat memperjelas penyebab utama banjir sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan dan pihak yang bertanggung jawab melaksanakannya.
“Hasil kajian teknis selanjutnya diharapkan dapat memperjelas penyebab utama banjir. Ini sekaligus menentukan pihak yang bertanggung jawab melakukan perbaikan agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim hujan,” pungkas Anton.
Editor : Ahmad Sayuti
