Hadapi Era AI, Unjani Bekali Lulusan dengan Kompetensi Digital hingga Kewirausahaan
Unjani membekali lulusan dengan kompetensi digital, bahasa asing, karakter, magang, dan kewirausahaan untuk menghadapi persaingan kerja di era AI.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) memperkuat kompetensi lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi digital.
Penguasaan teknologi informasi, kemampuan bahasa asing, pembentukan karakter, pengalaman magang, hingga kewirausahaan menjadi sejumlah bekal yang diberikan kepada mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.
Strategi tersebut disampaikan Rektor Unjani, Prof. Agus Subagyo, di sela Wisuda Periode II Tahun 2026 yang berlangsung di Kampus Unjani, Cimahi, pada 27–29 Oktober 2026.
Menurut Agus, kompetensi digital menjadi kebutuhan penting bagi lulusan dari berbagai program studi. Penguasaan teknologi diharapkan membantu alumni beradaptasi dengan perubahan sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja.
"Sekarang kan zamannya artificial intelligence, digital, dan sebagainya. Maka, kita bekali mahasiswa, apa pun prodinya, mereka harus tahu tentang kemampuan IT agar bisa adaptif terhadap perubahan," ujar Agus, Selasa (27/10/2026).
Selain teknologi informasi, Unjani membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya. Menurut Agus, keterampilan bahasa berperan penting dalam memperluas peluang kerja di tengah persaingan yang semakin ketat.
"Yang kedua, kita juga bekali mereka dengan kemampuan bahasa. Bahasa Inggris, bahasa asing, dan sebagainya. Pokoknya bahasa-bahasa internasional yang diakui oleh PBB. Karena sekarang kemampuan bahasa itu juga sangat menentukan di dunia kerja, dibutuhkan," ucapnya.
Unjani juga menekankan pembentukan karakter sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia profesional. Kedisiplinan, kejujuran, loyalitas, keuletan, kesantunan, serta keterampilan nonteknis atau soft skill dinilai penting agar lulusan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja.
"Disiplin, loyal, dan santun itu adalah bagian yang harus dimiliki oleh setiap lulusan agar supaya lulusan itu kemudian cepat bekerja dan beradaptasi," katanya.
Unjani Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
Tidak hanya mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga kerja, Unjani juga mendorong lulusannya membangun usaha secara mandiri melalui pengembangan jiwa kewirausahaan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pelatihan bisnis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), termasuk penggunaan simulator bisnis untuk melatih mahasiswa memahami dan mengembangkan usaha.
Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lowongan kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru.
"Kalau mereka misalnya tidak berada di dunia kerja, dunia usaha, dunia industri, dan sebagainya, mereka menciptakan pekerjaan sendiri," tutur Agus.
Ia menilai peluang membangun usaha rintisan atau startup maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu dimanfaatkan mahasiswa. Dukungan berbagai program pembiayaan usaha juga dapat menjadi peluang untuk mengembangkan gagasan bisnis.
"Kita ingin mereka didorong untuk memiliki jiwa-jiwa entrepreneurship," katanya.
Pengalaman Magang Jadi Modal Memasuki Dunia Kerja
Pengalaman magang juga menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Melalui program tersebut, perusahaan dapat mengenali kemampuan dan karakter calon tenaga kerja sebelum mereka menyelesaikan studi.
Agus menyebut sejumlah mahasiswa bahkan telah mendapatkan tawaran bekerja setelah lulus karena perusahaan mengetahui kapasitas mereka selama menjalani kegiatan magang.
"Bahkan banyak kemarin pada testimoni ke kita, mereka-mereka ini malah sudah dihubungi setelah lulus, ‘tolong kerja di tempat kami, melamar’ dan sebagainya. Itu adalah modal yang sangat kuat bagi kita," ungkapnya.
Agus berharap kombinasi keterampilan digital, kemampuan bahasa, pembentukan karakter, pengalaman magang, dan kewirausahaan dapat meningkatkan daya saing lulusan Unjani.
Ia juga berharap para wisudawan segera mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Dari total lulusan periode ini, sebagian di antaranya diketahui telah bekerja, termasuk lulusan jenjang magister dan sarjana.
"Kita berharap lulusan yang hari ini kita wisuda sampai dengan hari Kamis nanti, pertama mereka cepat mendapatkan pekerjaan. Ada juga dari 3.700 sekian itu yang memang sudah bekerja, gitu ya. Khususnya yang S2, termasuk juga ada yang S1, ada program RPL, dan sebagainya," ucapnya.
YKEP Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Lulusan
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP), Mayjen TNI (Purn.) M. Reza Utama, mengingatkan bahwa wisuda bukan sekadar penanda keberhasilan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab baru dalam kehidupan profesional dan bermasyarakat.
Menurut Reza, gelar akademik harus diiringi integritas, dedikasi, serta tanggung jawab sosial. Para lulusan juga dituntut menunjukkan profesionalisme dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja.
Sebagai badan penyelenggara pendidikan, YKEP berkomitmen mendukung tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja juga menjadi bagian dari komitmen tersebut.
Reza berpesan agar para alumni tidak berkecil hati menghadapi persaingan kerja. Ia meminta lulusan Unjani membuktikan kemampuan melalui kinerja dan integritas dalam menjalankan profesi masing-masing.
"Buktikan bahwa wisudawan Unjani adalah sarjana andal, berdedikasi, berani mengambil risiko yang cermat dan terukur, serta siap bekerja cerdas, tuntas, dan berintegritas," ungkapnya.
Unjani Wisuda 3.724 Lulusan
Pada Wisuda Periode II Tahun 2026, Unjani meluluskan 3.724 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari ahli madya, sarjana, sarjana terapan, magister, hingga profesi.
Dari total tersebut, sebanyak 3.128 wisudawan mengikuti prosesi wisuda yang dibagi dalam lima sesi selama tiga hari, yakni 27–29 Oktober 2026.
Sidang Senat Terbuka Unjani kali ini mengusung tema Smart Military Leadership: Berintegritas, Adaptif dan Visioner.
Dalam laporannya, Agus menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah menuntaskan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa pengalaman selama menempuh studi memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar pencapaian indeks prestasi kumulatif (IPK).
“IPK itu hanyalah sebuah angka, namun kampus Unjani adalah soal pengalaman yang didapatkan, memori yang diciptakan, jejaring yang dibentuk, dan kebersamaan yang dilahirkan. Jadilah orang berilmu yang mengilmukan orang lain, cerdas yang mencerdaskan, serta sukses yang menyukseskan orang lain agar menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujar Agus.
Empat Lulusan Unjani Raih Predikat Terbaik
Dalam kesempatan tersebut, Unjani memberikan penghargaan kepada sejumlah lulusan berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan.
Zahrah Ayesha Rukandi Putri dari Program Studi Administrasi Rumah Sakit meraih predikat lulusan terbaik sarjana kelompok eksakta dengan IPK 3,96. Sementara itu, Yosep dari Program Studi Ilmu Hukum menjadi lulusan terbaik sarjana kelompok sosial dengan IPK 3,84.
Pada jenjang magister, Lina Nuryani dari Program Studi Magister Penuaan Kulit dan Estetika meraih predikat lulusan terbaik kelompok eksakta dengan IPK 3,97.
Adapun predikat lulusan terbaik magister kelompok sosial diraih Dendi Nurul Fadilah dari Program Studi Magister Manajemen dengan IPK 3,98.***
Editor : JakaPermana
