ICCN Summit Dorong Transformasi Pusat Karier Kampus, Perkuat Kesiapan Kerja Lulusan

ICCN Summit 2026 di UNY mendorong transformasi pusat karier perguruan tinggi melalui standardisasi layanan dan kolaborasi industri untuk meningkatkan kesiapan k

ICCN Summit Dorong Transformasi Pusat Karier Kampus, Perkuat Kesiapan Kerja Lulusan
Mengusung tema “Transformasi Pusat Karier: Membangun Talenta Adaptif Menghadapi Tantangan Global”, ICCN Summit 2026 yang dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 15-17 Oktober 2026, mendorong peningkatan daya saing lulusan kampus, dalam memenuhi kebutuhan industri.

INILAHKORAN.ID – Kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui transformasi layanan pusat karier. Perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan dinamika pasar kerja.

Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus Indonesia Career Center Network (ICCN) Summit 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 15-17 Oktober 2026. Mengusung tema “Transformasi Pusat Karier: Membangun Talenta Adaptif Menghadapi Tantangan Global”, forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, pengelola pusat karier, dan pelaku industri untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan.

Sebanyak 217 peserta dari 108 perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran perusahaan dan mitra dunia usaha serta dunia industri menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan tenaga kerja.

Prof. Setiawan menegaskan, perguruan tinggi perlu menyesuaikan pendekatan pengembangan mahasiswa agar lulusan mampu mengikuti perubahan teknologi dan tuntutan profesi.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik yang baik, tetapi juga perlu memastikan mereka memiliki keterampilan yang relevan, adaptif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja. Pusat karier memiliki peran strategis dalam menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Prof. Setiawan dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Presiden ICCN Dr. Rosaria Mita Amalia menambahkan, pusat karier perlu mengambil peran lebih luas dalam perjalanan profesional mahasiswa. Layanan tersebut tidak seharusnya hanya menjadi penyedia informasi lowongan kerja, tetapi juga pendamping mahasiswa dalam merancang karier sekaligus penghubung antara lulusan dan perusahaan.

“Transformasi pusat karier bukan sekadar memperbanyak program pelatihan atau kegiatan rekrutmen. Kita ingin membangun ekosistem yang mampu mendampingi mahasiswa sejak persiapan karier, mempertemukan mereka dengan dunia industri, hingga memantau keberhasilan lulusan memasuki dunia kerja. Melalui ICCN, perguruan tinggi dapat saling belajar, berbagi praktik baik, dan maju bersama,” katanya.

Transformasi tersebut membutuhkan sistem layanan yang terarah dan terukur serta terhubung dengan industri. Dengan begitu, program pengembangan karier dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja.

Rektor UNY Prof. Sumaryanto berharap, pertemuan nasional tersebut menghasilkan kerja sama konkret untuk meningkatkan kualitas layanan karier di perguruan tinggi.

“Kami menyambut baik kehadiran para pengelola pusat karier, mitra industri, dan pemangku kepentingan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. UNY berharap pertemuan ini menghasilkan gagasan dan kerja sama nyata yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan karier serta kesempatan kerja bagi lulusan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan R. Nurhidajat menekankan pentingnya menyelaraskan pengembangan kompetensi dengan penyediaan informasi pasar kerja yang akurat.

“Kebutuhan tenaga kerja terus berkembang, baik dari sisi kompetensi teknis maupun keterampilan nonteknis. Karena itu, kolaborasi antara pusat karier, pemerintah, dan pemberi kerja menjadi penting untuk memperkuat informasi pasar kerja, meningkatkan kesesuaian kompetensi, dan memperluas akses lulusan terhadap peluang kerja,” jelasnya.

ICCN Dorong Standardisasi Layanan Pusat Karier

Selain memperkuat kolaborasi, ICCN Summit 2026 mengangkat agenda standardisasi pusat karier untuk meningkatkan mutu dan tata kelola layanan di lingkungan perguruan tinggi.

Inisiatif tersebut dipaparkan Sukma Lesmana. Standardisasi diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat kualitas layanan sekaligus mendorong pusat karier menjalankan fungsi yang lebih strategis dalam pengembangan lulusan.

Perspektif global turut dihadirkan melalui David Wongso, pendiri Dexwellnes Pty. Ltd. Australia, yang membahas transformasi pusat karier. Agenda selama tiga hari tersebut juga mencakup konferensi ilmiah, sesi pembicara internasional, diskusi panel, lokakarya program karier, serta forum organisasi ICCN.

ICCN juga mengagendakan penandatanganan nota kesepahaman dengan UNY dan sejumlah mitra industri, yakni Binawan Group, PT Midea Electronics Indonesia, LinkedIn Asia Pacific, serta Talentbank Malaysia.

Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas pengelola pusat karier, dan membuka ruang pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan industri.

Pembahasan kebutuhan talenta masa depan berlanjut melalui sejumlah panel. Diskusi transformasi pusat karier menghadirkan Rosaria Mita Amalia, Nurhidajat, dan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNY Prof. Komarudin.

Pada hari kedua, Vina Muliana dan Abimanyu Suryadi, VP Human Capital PT Pertamina Drilling Services Indonesia, berbagi perspektif mengenai pengembangan talenta dan karier masa depan.

Sementara itu, panel bertajuk “Membangun Talent Pipeline Indonesia” melibatkan Direktur Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni Telkom University Dr. M. Rezi Ramadhana, perwakilan Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta, serta LinkedIn Singapura.

Libatkan Industri untuk Menyelaraskan Kompetensi Lulusan

Upaya menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pemberi kerja diperkuat melalui agenda Industry Gathering – Employer Meeting. Forum ini menjadi ruang bagi perusahaan untuk menyampaikan kebutuhan tenaga kerja sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pengelola pusat karier perguruan tinggi.

Sejumlah pihak yang terlibat antara lain BNI, Sinergia Dharsana Dharasatya, Talent Angels, PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Wadhwani Foundation, Kinobi, Talents Mapping, Astra International, PT Redy Indonesia, ONE Indonesia, Narasio, PT Pegadaian, dan Disnakertrans Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keterlibatan perusahaan dinilai penting agar pengembangan layanan karier tidak berhenti pada pelatihan dan penyebaran informasi lowongan kerja. Perguruan tinggi juga perlu memahami perubahan kebutuhan kompetensi, memperluas akses mahasiswa terhadap dunia profesional, serta memantau transisi lulusan dari bangku kuliah ke dunia kerja.

Di luar agenda akademik dan industri, ICCN Summit 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi melalui dialog anggota, rapat organisasi, dan penetapan tuan rumah ICCN Summit 2027.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan malam apresiasi dan pengenalan budaya Yogyakarta. ICCN berharap pertemuan tersebut menjadi pijakan bagi kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk membangun ekosistem karier yang inklusif dan mampu merespons perubahan pasar kerja.


Editor : Ahmad Sayuti