Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK dari Keluarga Prasejahtera Dapat Kesempatan Kerja

Berdasarkan data BPS, lulusan SMK dan SMA masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka yang relatif tinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya

Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK dari Keluarga Prasejahtera Dapat Kesempatan Kerja
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuka peluang kerja bagi puluhan ribu lulusan SMA/SMK melalui perluasan layanan pendampingan kepada nasabah ultra mikro. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Tingkat pengangguran lulusan sekolah menengah masih menjadi tantangan di pasar kerja Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan SMK dan SMA masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah jenjang pendidikan lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuka peluang kerja bagi puluhan ribu lulusan SMA/SMK melalui perluasan layanan pendampingan kepada nasabah ultra mikro.

Hingga saat ini, PNM telah menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 88% merupakan perempuan dan lebih dari 43 ribu di antaranya merupakan lulusan SMA/SMK sederajat.

Para tenaga kerja tersebut bertugas mendampingi jutaan nasabah PNM Mekaar di berbagai daerah sekaligus menjadi ujung tombak pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, penguatan UMKM memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi hingga memperluas kesempatan kerja.

“Transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan hubungan industrial yang sehat,” ujar Dony, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, pertumbuhan jumlah nasabah turut meningkatkan kebutuhan tenaga pendamping di lapangan. Kondisi ini membuka kesempatan kerja, khususnya bagi lulusan SMA/SMK dari keluarga prasejahtera.

Selain memperoleh pekerjaan formal, para karyawan juga mendapatkan kesempatan mengikuti pengembangan kompetensi, jenjang karier, hingga program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan penciptaan lapangan kerja menjadi bagian dari misi pemberdayaan yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, sejak bergabung dalam ekosistem Danantara, PNM terus memperluas kontribusi melalui pembiayaan kepada pelaku usaha ultra mikro sekaligus membuka akses kerja yang lebih inklusif.

“Ketika usaha ultra mikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Peluang tersebut banyak diisi oleh lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas. Karena itu, pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas,” kata Kindaris.

PNM menilai dampak pembiayaan tidak hanya berhenti pada penambahan modal usaha. Pertumbuhan usaha nasabah juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat perekonomian masyarakat melalui efek berganda pemberdayaan.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PNM dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM.


Editor : Doni Ramdhani