INILAHKORAN, Bogor - Jembatan Cijulang, yang menghubungkan Desa Kopo, Cisarua maupun Desa Sukakarya, Megamendung dengan Desa Cipayung, Megamendung yang hanyut pada Minggu malam kemarin diminta untuk dibangun kembali.
Hal itu, kata Camat Megamendung Ridwan akses tersebut mempercepat aksesbilitas ekonomi, pendidikan dan lainnya bagi warga Desa Kopo dan Desa Sukakarya.
"Kami sih meminta pembangunan Jembatan Cijulang atau Kopo cepat dibangun kembali, anggarannya bisa menggunakan belanja tak terduga (BTT)," kata Ridwan kepada wartawan, Rabu, 5 Maret 2025.
Ridwan menuturkan, bahwa Jembatan Cijulang atau Kopo pernah juga putus, sehingga ia menyarankan agar pembangunannya kembali harus berstandar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr).
"Jembatan yang nanti dibangun harus kokoh, hingga spesifikasinya harus berstandar Kemenpupr," tuturnya.
Selain Jembatan Cijulang atau Kopo,SDN Cipayung 02 dan 03, Megamendung pun rawan terdampak bencana alam banjir bandang, hingga diharapkan bisa direlokasi.
Kalaupun tidak direlokasi, maka Kemenpupr duharapkan membangun tanggul penahan tanah atau TPT dan sekaligus sayap Jembatan Cijulang atau Kopo.
"Kalau TPT kan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), oleh karena itu Pemkab Bogor akan meminta pembangunannya ke mereka," tambah Ridwan.***