Cerita Siswa SMKN 1 Cimahi yang Nyambi jadi Ojol Dimanfaatkan Orang Tak Dikenal dengan Postingan Open Donasi
Cerita perjuangan Muhammad Nur Huda (19) seorang siswa kelas XI TOI B SMKN 1 Cimahi yang nyambi jadi driver ojek online (ojol) menjadi perhatian banyak pihak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Cerita perjuangan Muhammad Nur Huda (19) seorang siswa kelas XI TOI B SMKN 1 Cimahi yang nyambi jadi driver ojek online (ojol) menjadi perhatian banyak pihak.
Kendati demikian, atensi yang diberikan tak serta merta memberikan dampak positif bagi Huda. Pasalnya, kondisi tersebut dimanfaatkan orang yang tak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi.
Sebuah akun media sosial Facebook bernama Dewan Setiawan memposting kondisi Huda dan menyebarkan postingan open donasi. Padahal, Huda sendiri tak pernah meminta bantuan kepada pihak manapun.
Alhasil, Huda dibuat gerah dan merasa dirugikan dengan postingan tersebut. Dalam unggahannya, akun Dewan Setiawan mengajak warganet yang di Facebook yang ingin berdonasi untuk Huda agar menghubunginya melalui pesan langsung.
"Yang mau kasih rezeki ke adenya, bisa DM saya, insyallah amanah,"tulis akun tersebut.
Menanggapi hal itu, baik Huda maupun pihak sekolah dengan tegas membantah adanya penggalangan donasi tersebut. Mereka menyayangkan ada pihak yang memanfaatkan cerita perjuangan Huda.
"Kisah perjuangan Huda seharusnya menjadi motivasi bagi generasi muda bukan malah dijadikan ajang untuk mencari keuntungan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 1 Cimahi, Erwin saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Erwin menegaskan, pemberitaan yang menceritakan perjuangan siswanya itu bukan berarti ingin mendapatkan bantuan. Sebaliknya, agar menjadi motivasi bagi orang lain bahwa disamping belajar, Huda ini harus bekerja keras untuk membantu perekonomian keluarganya.
Selain itu, pemberitaan soal Huda yang bekerja sampingan sebagai ojol bukan untuk mencari donasi.
"Tidak, ini justru dijadikan contoh bagi anak-anak muda bahwa bekerja keras itu positif," tegasnya.
Erwin menuturkan, bila ada pihak yang ingin menggalang donasi secara pribadi itu tidak masalah. Namun, Huda sendiri tidak pernah meminta, bahkan melakukan penggalangan donasi.
"Huda diwawancarai untuk membuktikan bahwa generasi muda harus bertanggung jawab, berjiwa wirausaha, dan mandiri. Ini sebagai contoh bagi generasi lainnya," tuturnya.
Terkait postingan hoaks tersebut, tegas Erwin, jika setelah diselidiki terbukti tidak benar, maka pihak sekolah bakal meminta klarifikasi dari pembuat unggahan tersebut.
"Kita lihat dulu apakah perlu dilaporkan atau tidak, apakah pihak yang bersangkutan akan mengklarifikasi atau tidak kepada Huda. Karena ini tidak menyangkut kelembagaan, tetapi sudah merugikan secara pribadi," jelasnya.
Erwin menyebut, pihak sekolah bakal membantu Huda apabila postingan penggalangan donasi tersebut terbukti hoaks.
"Tapi, kita masih menunggu klarifikasi dari pihak yang menyebarkan hoaks tersebut," tandasnya.
Tak hanya pihak sekolah, orang tua Huda, Siti Khotimah (43) juga turut kebingungan lantaran banyak orang yang bertanya terkait postingan donasi tersebut. Sebab, donasi tersebut dikira masyarakat diterima oleh keluarganya.
"Saya bingung, maksudnya apa? Padahal kami tidak pernah membuka atau meminta sesuatu dari orang-orang," ungkap Siti.
Siti mengungkapkan, Huda sendiri sempat bercerita kepada dirinya bahwa anaknya merasa malu dan risih lantaran banyak orang bertanya mengenai bantuan yang sebenarnya tidak pernah ada.
"Banyak yang bertanya, katanya dapat ini lah, dapat itu lah. Padahal tidak ada," ungkapnya.
Huda pun dengan tegas menyatakan dirinya tidak pernah meminta donasi kepada siapapun.
"Tentang sumbangan (open donasi) atas nama saya, itu membuat saya risih dan malu. Teman-teman jadi tahu dan bertanya-tanya, padahal saya tidak pernah meminta donasi seperti itu," tegas Huda.
Huda menjelaskan, postingan tersebut sudah muncul di Facebook sejak dua hari yang lalu dan kemudian menjadi viral.
"Ketika postingan itu mulai ramai, teman-teman saya menunjukkan bukti berupa tangkapan layar dari postingan tersebut, yang membuat saya merasa malu dan risih," kata Huda.***
Editor : JakaPermana


