Bachril Bakri Klaim Prevalensi Angka Bayi Stunting di Kabupaten Bogor Sisa 7,59 Persen
Pemkab Bogor mengklaim berhasil menekan angka prevalensi bayi stunting turun jadi 7,59 persen dari sebelumnya 27,6 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemkab Bogor mengklaim berhasil menekan angka prevalensi bayi stunting turun jadi 7,59 persen dari sebelumnya 27,6 persen.
Hal itu diungkapkan, Pj Bupati Bogor Bachril Bakri pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-65 tingkat Kabupaten Bogor, di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu 2 Februari 2025.
Penurunan angka prevalensi bayi stunting menjadi 7,59 persen. Dari tahun sebelumnya berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebesar 27,6 persen itu berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024.
“Dalam kurun waktu satu tahun kita dapat menurunkan angka prevalensi angka bayi stunting hingga tersisa 7,59 persen saja, ini tentunya pencapaian luar biasa dan harus kita syukuri serta apresiasi,” ucap Bachril Bakri.
Bachril Bakri menuturkan, penurunan angka prevalensi bayi stunting ini menunjukkan berbagai program strategis seperti Rumah Cegah Stunting (Ceting), gerakan orang tua asuh anak stunting, sekolah pranikah, program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan, dan berbagai program lainya sudah berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
“Saya berharap seluruh program strategis tersebut dapat dilanjutkan dan ditingkatkan secara berkesinambungan oleh Pemkab Bogor,” tutur pria yang sebentar lagi akan digantikan oleh Bupati Bogor terpilih tersebut.
Pria asli Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumateea Barat ini menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada segenap jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor, instansi pemerintah, tenaga kesehatan, sektor swasta dan dunia usaha, akademisi, komunitas masyarakat serta seluruh stakeholder terkait di bidang kesehatan.
“Dengan kolaborasi program pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang baik maka dapat mewujudkan cita cita kita bersama, yakni Kabupaten Bogor bebas stunting,” ungkapnya.
Pada momentum Hari Gizi Nasional yang ke-65 tingkat Kabupaten Bogor, Bachril juga menyampaikan, saat ini Kabupaten Bogor tengah menjadi pilot project program makan bergizi gratis, yang merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mewujudkan salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Untuk itu saya minta kepada seluruh pihak agar dapat mendukung secara penuh program tersebut, integrasikan dengan program strategis di Kabupaten Bogor,” tukas Bachril Bakri.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, Hari Gizi Nasional yang ke-65 tahun 2025 mengusung tema 'Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat'.
Dengan tema tersebut, maka pemerintah dan masyarakat diingatkan bahwa gizi bukan hanya soal konsumsi makanan yang cukup, tetapi juga soal kualitas makanan yang kita pilih.
Editor : Doni Ramdhani

