Cianjur Selatan Dikembangkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah pada 2027
Disbudpar Cianjur mengembangkan wisata Cianjur Selatan untuk menjadi penggerak ekonomi daerah 2027, dengan penguatan destinasi, akses, dan SDM.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan mengembangkan kawasan wisata di Cianjur Selatan agar menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah pada 2027.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur Yudha Azwar mengatakan, saat ini terdapat sekitar 41 tempat wisata yang telah terdata di Kabupaten Cianjur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 destinasi berada di wilayah Cianjur Selatan.
Selain destinasi yang sudah terdata, masih terdapat sejumlah potensi wisata di wilayah selatan yang belum terdaftar dan belum dikenal secara luas.
Cianjur Selatan Punya Beragam Potensi Wisata
Yudha mengatakan, karakter destinasi wisata di Cianjur Selatan cukup beragam, mulai dari pantai, wisata alam, air terjun hingga wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah Kampung Adat Miduana di Kecamatan Naringgul.
“Dari belasan destinasi wisata yang sudah terdata di wilayah selatan terdapat tempat wisata yang belum terdaftar seperti di Kecamatan Leles dan Cidaun yang belum dikenal secara luas,” katanya.
Karena itu, Disbudpar Cianjur berencana melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah destinasi wisata mulai awal 2027.
Evaluasi tersebut mencakup kelayakan setiap destinasi untuk memastikan aspek kelengkapan dan kesiapan sebelum dikembangkan lebih lanjut.
Akses Wisata Cianjur Selatan Jadi Perhatian
Pengembangan destinasi wisata juga akan dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
Disbudpar Cianjur akan berkoordinasi dengan Dinas PUTR dan Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, terutama untuk mendukung akses menuju destinasi wisata baru yang membutuhkan perbaikan jalan maupun fasilitas penunjang lainnya.
Upaya tersebut dinilai penting agar destinasi wisata di Cianjur Selatan tidak hanya memiliki daya tarik, tetapi juga didukung akses dan infrastruktur yang memadai.
Pengembangan Cianjur Selatan sendiri masuk dalam salah satu dari lima klaster pengembangan pariwisata daerah.
Empat klaster lainnya berada di Kecamatan Cipanas, Wisata Pandanwangi, wilayah perkotaan serta kawasan Jangari-Cikalong.
SDM dan Pengelola Wisata Ikut Diperkuat
Yudha menegaskan, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana.
Penguatan sumber daya manusia (SDM) serta kelembagaan pengelola wisata juga menjadi perhatian Disbudpar Kabupaten Cianjur.
“Tidak hanya sarana dan prasarana penunjang serta fasilitas pendukung yang diutamakan termasuk penguatan sumber daya manusia serta kelembagaan pengelola wisata menjadi perhatian,” katanya.
Disbudpar Cianjur akan melakukan pembinaan terhadap pelaku dan pengelola pariwisata di wilayah selatan secara bertahap mulai akhir tahun dan dilanjutkan pada 2027.
Pembinaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Setiap tahun pembinaan terhadap pelaku pariwisata di selatan Cianjur termasuk melibatkan masyarakat akan dilaksanakan, sehingga keberadaan tempat wisata sudah ditunjang dengan baik termasuk SDM-nya agar kunjungan wisatawan terus meningkat,” ungkapnya.
Dengan pengembangan destinasi, peningkatan akses, penguatan pengelola serta pelibatan masyarakat, Cianjur Selatan diharapkan mampu menjadi salah satu kawasan wisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027.***
Editor : JakaPermana

