Nelayan Hilang Tiga Hari di Pantai Cianjur Ditemukan Tewas, SAR Imbau Warga Waspada
SAR Cianjur menemukan jasad nelayan Tarsudin setelah tiga hari pencarian. Gelombang tinggi hingga lima meter membuat nelayan dan wisatawan diimbau waspada.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Kantor SAR Cianjur, Jawa Barat, menemukan jasad nelayan bernama Tarsudin (24), warga Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Korban sebelumnya dilaporkan hilang terbawa gelombang saat perahu yang ditumpanginya dihantam ombak tinggi.
Jasad korban ditemukan setelah tiga hari pencarian yang melibatkan petugas gabungan. Kepala SAR Cianjur, Andika Zein, mengatakan korban ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang.
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke puskesmas setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.
“Pencarian korban melibatkan 23 personel gabungan dari berbagai unsur seperti SAR Cianjur, TNI, Polri, Damkar Sindangbarang, nelayan dan relawan terkait. Setelah jasad korban ditemukan, operasi pencarian secara resmi ditutup,” kata Andika.
Gelombang Tinggi Ancam Pantai Selatan Cianjur
Seiring kondisi Cuaca Ekstrem yang masih melanda kawasan pantai selatan Cianjur, SAR Cianjur mengimbau masyarakat, terutama nelayan, untuk sementara waktu tidak melaut.
Andika mengatakan gelombang tinggi yang dapat mencapai lima meter berpotensi mengancam keselamatan nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan.
Imbauan serupa juga ditujukan kepada pengelola wisata di kawasan pantai selatan Cianjur. Pengelola diminta melarang wisatawan mendekati bibir pantai, termasuk berenang, selama kondisi gelombang tinggi masih berisiko.
Menurutnya, gelombang tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu, terlebih ketika hujan deras disertai angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat terutama nelayan untuk tidak melaut sementara guna menghindari hal yang tidak diinginkan, termasuk wisatawan tidak mendekati bibir pantai karena gelombang tinggi dapat terjadi setiap saat,” katanya.
SAR Cianjur mengingatkan masyarakat agar mematuhi imbauan keselamatan dan menghindari aktivitas berisiko di kawasan pantai hingga kondisi cuaca dinyatakan lebih aman.***
Editor : JakaPermana
