City Mau Disejajarkan Raksasa Eropa? Syaratnya: Kalahkan Hotspur!

Seberapa layakkah Manchester City disejajarkan dengan klub-klub top Eropa? Pep Guardiola punya satu tantangan kepada para pemainnya. Apa? Tunjukkan kelas itu saat menghadapi Tottenham Hotspur.

City Mau Disejajarkan Raksasa Eropa? Syaratnya: Kalahkan Hotspur!
INILAH, Manchester - Seberapa layakkah Manchester City disejajarkan dengan klub-klub top Eropa? Pep Guardiola punya satu tantangan kepada para pemainnya. Apa? Tunjukkan kelas itu saat menghadapi Tottenham Hotspur.

Liga Champions merupakan satu-satunya trofi yang masih mungkin diraih Tottenham Hotspur musim ini. Mereka kini mencoba mencari mukjizat dari stadion baru mereka yang baru saja dibuka. Setelah memenangkan penampilan perdana di sana pertengahan pekan lalu, mereka mengistirahatkan pemainnya karena tak memiliki jadwal, sementara Manchester City harus tampil di Piala FA.

Pelatih Mauricio Pochettino sudah meminta fans mereka untuk menghadirkan perbedaan. Mereka percaya, dengan stadion yang impresif, mereka berhak memiliki mimpi menjadi salah satu klub besar Eropa.

Manchester City, betapapun, dbayangi persoalan laga tandang. Kenangan pahit mereka musim lalu belum terlupakan, saat dikandaskan Liverpool lewat laga tandang plus keputusan wasit yang saat itu dipersoalkan Pelatih Pep Fuardiola. Bermodal itulah mereka datang ke kandang Tottenham, dalam upaya mempertahankan jalu cemerlang memenangkan 22 dari 23 pertandingan yang membuat Si Biru Laut menjaga peluang meraih quadruple.

Guardiola sendiri tetap berupaya membuat pemainnya menginjak bumi. Begitu memastikan tiket ke final Piala FA, dia mengingatkan semua pemain bahwa Manchester City baru memenangkan lima Piala FA sepanjang sejarahnya. Dia membandingkannya dengan Barcelona yang merebut jumlah gelar yang sama hanya dalam hitungan lima tahun.

Dan, dengan kemungkinan tak bisa memainkan pemain kunci seperti Sergio Aguero, Kyle Walker, dan Aleks Zinchenko di laga pertama, Guardila menginginkan para pemainnya untuk menunjukkan bahwa mereka siap dianggap cukup untuk menjadi juara dan menjadi penantang mantan klubnya, Barcelona, yang kini menjadi terbaik di Eropa, dengan melewati berbagai persoalan yang mendera.

"Tentu saja, ada keuntungan (Tottenham mengistierahatkan pemain). Tapi (kami) berjuang dengan segala yang kami miliki untuk mengatasinya. Saya tak peduli. Jika mereka punya waktu (istirahat) enam hari, selamat. Mungkin sekali waktu kami yang punya waktu (istirahat) enam hari dan lawan kami hanya punya dua atau tiga (hari). Begitulah jadwal pertandingan," sebutnya.

Jika saja Manchester City terlempar dari satu atau dua kompetisi, mereka akan memiliki waktu istirahat yang cukup. Jadi, baginya, ini sekaligus sebagai tantangan.

"Seperti apakah situasi ini? Klub kami, Manchester City, tak pernah hidup dalam sejarah dengan situasi seperti ini. Klub-klub besar yang mengatasi situasi semacam ini dan mereka tak pernah mengeluh," tambahnya.

Dia sendiri menilai pertandingan Piala FA pada Sabtu lalu begitu berat karena banyak alasan. Tapi, Manchester City mampu mengatasi. Dia menyebut itu pertanda para pemainnya mengerti apa yang dia maksudkan dan itulah titik penting bagi Manchester City.

"Klub-klub besar tak boleh seperti itu, menyatakan mereka kalah karena alasan itu, karena kami tak main (baik) karena alasan itu," tegasnya.


Editor : inilahkoran