Daftar Tunggu Haji di KBB Menunggu 20 Tahun

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily menyampaikan tentang daftar tunggu haji di KBB (Kabupaten Bandung Barat) saat ini terhitung selama 20 tahun. 

Daftar Tunggu Haji di KBB Menunggu 20 Tahun
"Mudah-mudahan bapak ibu sekalian, karena ini bagian dari dana kemaslahatan BPKH, saya mengajak kepada bapak ibu sekalian, kalau punya rezeki Rp25 juta, sebaiknya daftar haji karena daftar tunggu haji di KBB ini sudah 20 tahun," kata Kang Ace. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily menyampaikan tentang daftar tunggu haji di KBB (Kabupaten Bandung Barat) saat ini terhitung selama 20 tahun. 

Lantaran hal tersebut, pria yang akrab dikenal Kang Ace itu menyebutkan saat ini masyarakat yang memiliki rezeki untuk mendaftarkan haji anaknya yang telah berusia 12 tahun. Ihwal daftar tunggu haji di KBB itu dikatakan saat memberikan sambutan dalam acara Khitanan Ekslusif Massal di Gedung Suka Endah, Jalan Kaum Cililin-Cihampelas, Kecamatan Cililin, KBB, Selasa 26 Desember 2023.

"Mudah-mudahan bapak ibu sekalian, karena ini bagian dari dana kemaslahatan BPKH, saya mengajak kepada bapak ibu sekalian, kalau punya rezeki Rp25 juta, sebaiknya daftar haji karena daftar tunggu haji di KBB ini sudah 20 tahun," kata Kang Ace.

Ia pun menyarankan, bagi mereka yang sudah menginjak umur remaja, agar segera mendaftarkan diri untuk berhaji.

"Kalau anaknya sudah berumur 12 tahun, sebaiknya didaftarkan saja hajinya. Sebab kalau nanti sudah di usia 40-50 tahun, baru berangkat. Ini adalah bagian dari sosialisasi agar BPKH, yang mengelola dana hajinya likuid. Untuk saat ini, dana haji yang dikelola BPKH hampir Rp171 triliun," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, dirinya pun membuka kegiatan sunatan massal ditempat tersebut. Sunatan massal itu, berasal yang digelar di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat (KBB), merupakan nilai manfaat dari dana abadi umat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Sunatan massal ini terlaksana berkat kemitraan yang dijalin Komisi VIII DPR dan BPKH.

"Kegiatan ini, kami sepenuhnya didukung oleh Badan Pengelolah Keuangan Haji (BPKH) berasal dari dana kemaslahatan. BPKH merupakan mitra Komisi VIII DPR," kata Kang Ace, sapaan akrab Tubagus Ace Hasan Syadzily

Kang Ace menyatakan, untuk diketahui, dari Rp171 triliun, ada dana abadi umat sebesar Rp1,8 triliun. Bunga atau nilai manfaat dari dana abadi umat itu, salah satunya untuk kegiatan ini. "Jadi bapak ibu selain berterima kasih kepada kami, juga kepada BPKH, BMM, Superhero Sunat, yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," ujar Kang Ace.

Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini menuturkan, dana kemaslahatan BPKH salah satunya digunakan untuk layanan kesehatan, seperti dibelikan mobil ambulans. Tapi lebih memilih untuk melaksanakan khitanan massal karena langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Alhamdulillah, kegiatan ini yang keempat. Sebelumnya kami (melaksanakan sunatan massal) di Soreang. Lalu, Jatinangor untuk wilayah Cileunyi dan bagian Bandung timur. Kemudian di Banjaran. Sekarang di Cililin. Besok, hari Kamis, kami akan melaksanakan sunatan massal di Ngamprah dan terakhir di Majalaya, Kabupaten Bandung," tutur dia.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 2 Kabupaten Bandung-Bandung Barat ini mengatakan, target kegiatan sunatan massal  diikuti 1.200. Di Bandung Barat, target ikuti 500 anak. Di Clilin, 115 anak. "Masih banyak yang mendaftar. Karena mungkin tertarik mengikuti kegiatan sunatan massal ekslusif ini," ucap Kang Ace.

Sunatan massal yang digelar di Kabupaten Bandung dan KBB, ujar Kang Ace, menggunakan metode modern dan mutakhir, yaitu, smart klamp 3. Sekarang khitanan tidak lagi seperti dulu.

"Waktu saya masih kecil, pa Agus, khitanan teh metodenya itu, leres-leres metode jadul (jaman dulu) ya. Dipotong bukan oleh dokter. Kalau di saya dulu namanya bengkong. Proses pemulihannya bisa berlangsung 2 hingga 1 bulan. Tidak ada pengawasan ketat dari dokter. Tapi sekarang ibu-ibu tidak perlu lagi khawatir karena metode yang digunakan adalah smart klamp 3," ujar dia.

"Anak saya dulu menggunakan metode smart klamp. Tapi dulu proses pemulihannya masih cukup lama, bisa satu minggu. Tapi yang sekarang insya Allah, mungkin bapak ibu bisa menyaksikan sendiri. Habis dipotong, nangisnya selesai, udah itu bisa lari-lari. Walaupun tentu tidak dianjurkan untuk lari-lari ya," tutur Kang Ace.

Kegiatan sunatan massal ini sengaja digelar akhir Desember karena anak-anak sedang libur sekolah. "Sehingga kami harapkan kegiatan ini dapat membantu masyarakat, terutama di kecamatan Cililin dan sekitarnya untuk dapat menjalankan kewajiban laki-laki yaitu, dikhitan," ucapnya.

Selain mendapatkan layanan khitan, anak-anak juga akan mendapatkan mainan superhero. Jika dikuantifikasi, jumlah sekitar Rp2,5 juta. Belum tentu semua dokter memiliki kemampuan seperti dr Ogi dari Superhero Khitan.

"Tentu saya mengucapkan terima kasih kepada mitra Kemaslahatan BPKH, yaitu Baitul Mal Muamalah, yang merupakan bagian dari Lembaga Baitul Mal Waltanwir yang dikelola Bank Muamalah," ujar Kang Ace.

Kang Ace mendoakan anak-anak yang mengikuti kegiatan sunatan massal soleh, berbakti dan membanggakan orang tuanya. "Sukses, mengabdi kepada bangsa dan negara yang kita cintai ini. Semoga penyembuhannya cepat," tutur dia. (cesar yudistira)


Editor : Doni Ramdhani