Dana Tiga Miliar Lebih Disiapkan Hadapi Bank Emok, Melalui Kemandirian Ekonomi Berbasis Pesantren
Bantuan diberikan Kang Ace sebagai wujud mendorong kemandirian umat dengan adanya program kemandirian ekonomi berbasis pesantren tersebut
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kemandirian ekonomi berbasis pondok pesantren menjadi perhatian khusus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily.
Hal tersebut dilakukan Kang Ace begitu sapaan karib Tubagus Ace Hasan Syadzily, sebagai wujud mendorong kemandirian umat dengan adanya program kemandirian ekonomi berbasis pesantren tersebut.
“Umat harus berdaya secara ekonomi dan itu dimulai dengan cara memberdayakan kemandirian Pondok Pesantren. Sehingga diharapkan masyarakat salah satunya tidak terjerat Bank Emok,” kata Kang Ace, dalam rilis yang diterima pada Selasa 20 Juni 2023.
Dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu, selaku wakil rakyat dari Kabupaten Bandung dan Bandung Barat pihaknya selalu berjuang dan berupaya untuk mewujudkan kemandirian umat tersebut.
"Tahun 2021 lalu, saya menjadi bagian yang mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.Tahun ini saya kembali mendorong pesantren supaya dibangun kemandiriannya,” ujar Kang Ace.
Ia bahkan bercerita bahwa sejak lama telah menaruh perhatian terhadap kemandirian umat melalui program pemberdayaan ekonomi ini. Pada tahun yang sama ia mengaku ikut menyalurkan bantuan untuk pemberdayaan ekonomi, kepada Ponpes Al-Ittifaq Ciwidey Bandung dan Ponpes Al-Mashduqiyah, Bandung Barat.
"Mudah-mudahan ini mendorong kemandirian umat. Sehingga dana kemaslahatan ini ada manfaatnya terutama bagi peningkatan pemberdayaan ekonomi umat dan kewirausahaan,” sambung Kang Ace yang juga alumnus sejumlah pondok pesantren terkemuka di Jawa Barat ini.
Ia menegaskan pihaknya ingin masyarakat tidak terjebak pinjaman yang menjerat yang pada akhirnya justru tidak memberdayakan. “Kita ingin masyarakat mandiri secara ekonomi, jangan sampai terjebak Bank Emok,” sebutnya.
Karena itu kata dia akan diserahkan bantuan pemberdayaan kemandirian ekonomi berbasis pesantren dengan nilai Rp. 3,3 miliar, termasuk mobil siaga bencana untuk beberapa wilayah tertentu.
"Permintaan saya, mohon semuanya bisa menjaga amanah. Manfaatkan semua bantuan itu dengan sebagaimana mestinya,” uangkapnya.
Terpisah Anggota Badan Pelaksana BPKH, Amri Yusuf, menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk program kemashlahatan bukan dari setoran jamaah haji. Tetapi berasal dari dana abadi umat dari efisiensi pelaksanaan haji.
“Kita berharap sekali, mudah-mudahan bapak ibu dan lembaga penerima manfaat dapat mengoptimalkan bantuan ini dengan sebaik-baunya,” katanya. (Cesar Yudistira)
Editor : Ahmad Sayuti

