Dapatkan Pendampingan Smart City, Arsan Latif: Derajat KBB Naik Beberapa Tingkat
Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi salah satu daerah yang terseleksi untuk mendapatkan pendampingan penyusunan Smart City.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi salah satu daerah yang terseleksi untuk mendapatkan pendampingan penyusunan Smart City.
Diketahui, Smart City atau kota cerdas merupakan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
"Alhamdulillah, selaku Pj Bupati Bandung Barat saya bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menandatangani komitmen terhadap implementasi Smart City," ungkap Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif saat ditemui di Grand Panorama Lembang.
Arsan menuturkan, dari seluruh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Indonesia hanya 50 daerah yang terseleksi untuk mendapatkan pendampingan penyusunan Smart City.
"Di Jawa Barat sendiri hanya empat kabupaten, yakni Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Garut dan Tasikmalaya," tuturnya.
Tak hanya itu, KBB menjadi yang tercepat dijadwalkan. Oleh karena itu, pihaknya bersyukur lantaran dengan adanya Smart City ini derajat KBB naik beberapa tingkat.
"Itu pengakuan nasional, sekaligus menjadi panggung internasional, sehingga kita tidak perlu lagi susah-susah untuk mempromosikan KBB karena sudah ada pintunya," ujarnya.
Terkait isi atau kontennya, sebut Arsan, merupakan semua OPD, Disdukcapil, termasuk menghadirkan berbagai informasi mengenai wisata apa saja, restoran, buah-buahan, lingkungan dan lainnya.
"Alhamdulillah, di KBB tidak lagi ada lokasi blank spot karena teman-teman Telkom sudah membantu dari sisi jaringan. Jadi, saya bangga ternyata KBB sudah berada di tingkat yang lebih bagus," sebutnya.
Terkait pelaksanaan Smart City ini, lanjut Arsan, sudah berjalan, namun masih ada dua tahapan lanjutan yang bakal pihaknya rampungkan di awal tahun 2024 dan penyerahan penghargaannya bakal diberikan pada awal November.
"Jadi ini benar-benar satu penghargaan untuk kita, baik saya maupun semua warga KBB," ujarnya.
Disinggung terkait apakah Smart City ini bakal bermasalah seperti yang terjadi di Kota Bandung, Arsan menegaskan, berbeda lantaran penerapan Smart City di KBB di bawah bimbingan Kemkominfo.
"Jadi, ada Smart City inisiatif sendiri dan ada Smart City dalam bimbingan. Sementara kita ini benar-benar on the track," ujarnya.
"Kebetulan, salah satu direkturnya itu junior saya dan saya minta tolong dipercepat, sekaligus diarahkan," sambungnya.
Selain itu, sambung Arsan, tentunya ada sokongan anggaran dalam satu kegiatan, di tambah ini juga merupakan komitmen bersama.
"Karena ini merupakan program Kominfo pastinya ada anggaran," ucapnya.
Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) KBB, Yopie Indrawan menjelaskan, Smart City merupakan program penataan wilayah yang ujungnya pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi tidak hanya melulu soal digitalisasi, tapi bagaimana menghadirkan inovasi berbasis IT dan konvensional atau tidak berbasis IT," jelasnya.
"Untuk yang tidak berbasis IT ini kita bisa lihat di kecamatan ataupun alun-alun dengan menyediakan fasilitas buku misalnya. Daripada main handphone lebih baik baca buku dan itu pun masuk juga inovasi," sambungnya.
Yoppie menyebut, semua OPD di lingkungan Pemda KBB telah melakukan penandatanganan dan sepakat untuk ikut menyukseskan gerakan menuju Bandung Barat Smart City.
"Total ada 96 inovasi yang dibagi dalam enam dimensi," ucapnya.
Yoppie memastikan progres implementasi Bandung Barat Smart City sekarang sudah masuk tahap akhir.
"Nunggu jadi dulu bukunya dan nanti diserahkan oleh Kemkominfo dan diimplementasikan oleh Pj Bupati Bandung Barat," ujarnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

