Kota Bandung Perkuat Smart City dengan Transformasi Digital dan Keamanan Siber
Kepala Diskominfo Kota Bandung Yayan A Brilyana menegaskan, Pemkot Bandung berkomitmen mempercepat transformasi digital dan memperkuat tata kelola smart city.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Diskominfo Kota Bandung Yayan A Brilyana menegaskan, Pemkot Bandung berkomitmen mempercepat transformasi digital dan memperkuat tata kelola smart city.
Menurutnya, Kota Bandung memiliki modal kuat terus melaju sebagai smart city dengan lebih dari 100 perguruan tinggi, tingkat penetrasi internet mencapai 85 persen dan ekosistem inovasi yang terus tumbuh.
“Sejumlah lembaga, menempatkan Kota Bandung sebagai salah satu kota terdepan dalam implementasi smart city di Indonesia. Ini bukan kebanggaan semata, tapi juga tanggung jawab untuk terus berinovasi,” kata Yayan, Rabu 18 Februari 2026.
Dalam bidang keamanan informasi, Pemkot Bandung membangun sejumlah fasilitas menjaga layanan digital tetap aman. Dia menyebut, pembangunan security operation center (SOC), CCTV analitik dan panic button sebagai langkah strategis.
“Transformasi digital harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber,” ucapnya.
Indeks pemerintahan digital Kota Bandung, dituturkan ia juga menunjukkan hasil positif.
“Nilai indeks SPBE Kota Bandung sudah mencapai 4,66 dengan kategori sangat baik. Indeks reformasi birokrasi kami juga di angka 83,58 dengan peringkat A. Ini menunjukkan tata kelola digital kami semakin matang,” ujarnya.
Dalam pelayanan publik, hadirnya super app Sadayana menjadi salah satu inovasi utama. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik dalam satu platform. “Kami ingin layanan pemerintah benar-benar mudah, cepat dan transparan,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Kota Bandung mencatat realisasi investasi pada 2025 sebesar Rp11,92 triliun melebihi target yang ditetapkan. Yayan menilai, capaian itu menandakan iklim usaha di Kota Bandung cukup kondusif dan mendukung penguatan smart economy.
Meski demikian, dia mengakui masih ada tantangan di sektor kesehatan masyarakat.
“Cakupan jaminan kesehatan memang sudah 99,21 persen, tetapi kami masih menghadapi tantangan seperti peningkatan angka stunting. Ini perlu kolaborasi lintas sektor,” ujar dia.
Pada tahun ini, Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah program cepat atau quick win. Yayan menjelaskan, program tersebut meliputi sport tourism untuk menggerakkan pariwisata dan PAD, ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah, beautifikasi 17 ruas jalan wisata serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan publik dan keamanan kota.
Editor : Doni Ramdhani

