Dari Bengkel Kecil di Cibaduyut, Sepatu Moofeat Asal Bandung Tembus Pasar Asia

Siapa sangka, dari sebuah bengkel sepatu sederhana di kawasan Cibaduyut Bandung lahir sebuah merek alas kaki lokal yang kini mampu menembus pasar mancanegara. 

Dari Bengkel Kecil di Cibaduyut, Sepatu Moofeat  Asal Bandung Tembus Pasar Asia
Manager Operasional Moofeat Muhammad Noval menunjukkan produk sepatu buatannya yang mampu menembus pasar mancanegara, Kamis (9/7/2026)

INILAHKORAN.ID - Siapa sangka, dari sebuah bengkel sepatu sederhana di kawasan Cibaduyut Bandung lahir sebuah merek alas kaki lokal yang kini mampu menembus pasar mancanegara. 

Berbekal semangat memberdayakan pengrajin lokal, Moofeat tumbuh dari usaha kecil menjadi UMKM yang memproduksi ribuan pasang sepatu dan sandal setiap bulan.

Perjalanan Moofeat dimulai pada 2007. Saat itu, para pendirinya hanya ingin membantu sebuah bengkel sepatu milik rekannya di Cibaduyut agar tetap bertahan. Bersama beberapa pengrajin, mereka mulai membuat sepatu formal berbahan kulit dan kulit sintetis dengan jumlah produk yang sangat terbatas.

"Awalnya owners kami bertujuan ingin memberdayakan bengkel sepatu milik kawannya di Cibaduyut. Mereka bekerja sama membuat berbagai jenis alas kaki seperti sepatu formal dan sandal. Dulu yang mengerjakannya hanya beberapa orang dengan sekitar 30 artikel," kata Manager Operasional Moofeat Muhammad Noval di Bandung, Kamis (9/7/2026).

Seiring waktu, Moofeat terus berkembang. Jika dahulu hanya memproduksi sekitar 30 model, kini koleksinya telah mencapai lebih dari 200 artikel. Jumlah pegawainya pun meningkat menjadi sekitar 50 orang dengan kapasitas penjualan mencapai 5.000 hingga 6.000 pasang sepatu dan sandal setiap bulan.

Pada masa awal, pemasaran dilakukan secara sederhana melalui sistem titip jual di sejumlah toko sepatu di Bandung dan sekitarnya. Produk yang ditawarkan saat itu didominasi sepatu formal untuk pekerja kantoran.

Namun, perubahan tren pasar membuat Moofeat terus berinovasi. Kini mereka memproduksi berbagai jenis alas kaki, mulai dari boots, sneakers, slip on hingga sandal dengan beragam desain dan material yang menyasar segmen anak muda maupun dewasa.

"Sebelumnya hanya membuat sepatu kantoran, kemudian berkembang mengikuti tren yang terus berubah setiap tahunnya. Sekarang ada boots, slip on, sneaker sampai sandal dengan berbagai model," ujarnya.

Titik balik pertumbuhan Moofeat terjadi pada 2015 ketika perusahaan mulai mencoba memasarkan produknya melalui platform digital. Berawal dari sekadar belajar mengunggah foto produk dan menyusun deskripsi, strategi tersebut justru menjadi mesin utama pertumbuhan bisnis mereka.

"Pemasaran kami mulai merambah platform online sekitar tahun 2015. Awalnya hanya coba-coba. Kami belajar mulai dari mengunggah foto produk sampai membuat judul produk. Alhamdulillah sekarang sekitar 75 persen penjualan berasal dari platform online dengan penjualan mencapai 5.000 sampai 6.000 pasang setiap bulan," ungkap Noval.

Kehadiran marketplace membuat jangkauan pasar Moofeat berubah drastis. Jika sebelumnya penjualan hanya berkisar di Bandung dan Jawa Barat, kini produk mereka telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia hingga menembus pasar internasional.

Sepatu dan sandal buatan tangan anak-anak muda Bandung itu kini telah dipasarkan ke sejumlah negara di Asia, diantaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Di balik kesuksesan tersebut, Moofeat tetap mempertahankan komitmennya untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Seluruh tenaga kerja, mulai dari bagian produksi hingga pemasaran, merupakan warga lokal. Bahkan ketika permintaan meningkat, perusahaan juga membuka kesempatan bagi tenaga kerja lepas.

"Kalau produksi sebagian besar di Cibaduyut. Bahan baku kami menggunakan kulit dan sintetis yang sebagian besar diperoleh dari toko-toko bahan sepatu di kawasan Cibaduyut. Jadi, kami berupaya memberdayakan sumber daya manusia dan pelaku usaha di sekitar, meski memang ada sebagian bahan baku yang masih impor," jelasnya.

Di tengah derasnya persaingan produk impor dan merek global, perjalanan Moofeat menjadi bukti bahwa industri alas kaki Cibaduyut masih memiliki daya saing. 

Berawal dari bengkel kecil dengan mimpi sederhana, kini nama Moofeat ikut membawa karya anak bangsa melangkah lebih jauh, dari Bandung menuju pasar Asia.


Editor : Doni Ramdhani