BPBD Garut Siapkan Mitigasi Kekeringan. 10 Kecamatan Jadi Prioritas Khusus
Sebanyak 42 kecamtan di Garut berpotensi mengalami kekeringan, namun BPBD mengkhususkan 10 kecamatan yang rawan kekeringan ekstrem
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - BPBD Kabupaten Garut meelakukan mitigasi dengan memetakan daerah rawan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat puncak musim kemarau.
Saat musim kemarau, sebanyak 42 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan dengan tingkat kerawanan sedang. Namun, 10 kecamatan di antaranya jadi prioritas khusus.
"Risiko bencana kekeringan secara keseluruhan sebanyak 42 kecamatan di Kabupaten Garut berada pada kelas risiko sedang karena seluruh wilayah memiliki potensi terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/7/2026).
Adapun 10 kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Mekarmukti, Sukaresmi, Pasirwangi, Samarang, Pameungpeuk, Pamulihan, Cibalong, Bungbulang, Bayongbong, dan Cigedug.
"Berdasarkan kajian risiko bencana Kabupaten Garut terdapat beberapa kecamatan yang menjadi prioritas utama kesiapsiagaan bencana kekeringan," katanya.
Ia menyampaikan bahwa selain potensi bencana kekeringan, ada juga potensi kebakaran hutan dan lahan yang berdasarkan pemetaan terdapat di Kecamatan Banjarwangi, Balubur Limbangan, Bungbulang, Caringin, Cibalong, Cigedug, Cihurip, Cikajang, Cisewu, Cisompet, Malangbong, Talegong, dan Tarogong Kaler.
Berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat dan prediksi BMKG bahwa musim kemarau tahun 2026 akan lebih kering dengan puncaknya pada Agustus-September 2026.
BPBD Garut, kata dia, menindaklanjuti hal itu dengan melakukan langkah antisipasi seperti melakukan pemetaan wilayah rawan bencana berdasarkan kajian risiko potensi bencana kekeringan dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan
Wilayah Garut, lanjut dia, merupakan daerah berisiko tinggi terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan berdasarkan hasil kajian selama ini saat musim kemarau, sehingga jajarannya meningkatkan kewaspadaan.
"Risiko kebakaran hutan dan lahan secara keseluruhan Kabupaten Garut masuk dalam kategori risiko tinggi, terdapat beberapa kecamatan yang menjadi prioritas utama kesiapsiagaan," katanya.
Ia mengimbau masyarakat di tengah ancaman bencana kekeringan tersebut harus melakukan penghematan air bersih, dan memeriksa saluran air yang bocor agar tidak terbuang percuma, kemudian menyiapkan air penampungan, dan memanfaatkan sumur resapan untuk menjaga cadangan air.
Selanjutnya, kata Aah, untuk sektor pertanian agar tidak gagal panen dengan menerapkan sistem irigasi secara bijak, kemudian menanam komoditas yang tahan dengan keterbatasan air saat musim kemarau.
Ia menambahkan, untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, masyarakat diimbau agar tidak sembarangan menyalakan api dan membuang puntung rokok sembarangan di area lahan kering.
"Jika terjadi kebakaran atau indikasi kemunculan titik api segera laporkan kepada aparat desa setempat atau BPBD Kabupaten Garut," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

