Dari Kayuhan Menuju Harapan Baru
SETELAH 42 tahun mengayuh becak, Solihin bersiap beralih ke becak listrik. Bantuan itu menjadi harapan baru untuk mencari nafkah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Empat puluh dua tahun sudah Solihin mengayuh becak.Dari waktu ke waktu, roda becaknya menjadi bagian dari keseharian mencari nafkah di sekitar Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Kini, ada sesuatu yang berbeda. Becak yang selama ini digerakkan dengan tenaga kaki akan berganti dengan becak listrik. Solihin menjadi salah satu tukang becak yang akan menerima bantuan tersebut.
Penyerahan becak listrik itu dijadwalkan pada 17 Oktober 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto.
Solihin (57) mengaku sudah didata beberapa hari sebelumnya bersama sejumlah tukang becak lainnya. Pada Kamis (8/10), mereka mendapat sosialisasi dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) mengenai cara menggunakan becak listrik.
“Alhamdulillah, kemarin didata, lalu hari ini diberikan sosialisasi penggunaan becak listrik,” ujar Solihin.
Bagi Solihin, becak listrik menawarkan cara baru dalam bekerja. Tak perlu lagi mengandalkan kayuhan sepanjang perjalanan.
“Keunggulan becak listrik ini enggak harus dikayuh, penggunaannya mudah dan gratis,” tuturnya.
Setelah mendapat sosialisasi, Solihin berharap segera terbiasa mengoperasikan kendaraan tersebut.
Ia berencana mempelajarinya sambil praktik di sekitar rumah.
Becak gratis itu juga ingin dirawat sebaik mungkin. Meski belum tersedia bengkel khusus, pengalaman puluhan tahun mencari nafkah membuat Solihin memahami pentingnya merawat alat yang digunakan untuk bekerja.
“Walaupun belum ada bengkelnya, yang namanya usaha, kita siap merawatnya,” katanya.
Bagi Solihin, becak listrik bukan sekadar kendaraan baru. Setelah 42 tahun mengayuh, bantuan tersebut menjadi harapan untuk menjalani hari-hari mencari nafkah dengan tenaga yang lebih ringan. Dia pun menyampaikan doa agar Presiden Prabowo Subianto selalu diberi kesehatan.
(reza zurifwan/gin)
Editor : Inilahkoran
