Dari X hingga ChatGPT Down, Ini Biang Kerok Gangguan Massal Cloudflare
Cloudflare akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait gangguan layanan yang membuat banyak situs di seluruh dunia sempat tidak dapat diakses.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Cloudflare akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait gangguan layanan yang membuat banyak situs di seluruh dunia sempat tidak dapat diakses.
CEO Cloudflare, Matthew Prince, mengungkapkan bahwa masalah tersebut dipicu oleh kesalahan instruksi yang diberikan pada Basis Data ClickHouse, sistem penyimpanan data internal perusahaan.
Menurut Prince, kesalahan instruksi itu membuat ClickHouse menggandakan aturan kerja sistem berkali-kali, sehingga memicu kelebihan beban pada sistem manajemen bot—komponen penting yang bertugas menyaring dan mengatur aktivitas otomatis di internet.
Akibat data instruksi yang menumpuk, sistem manajemen bot gagal berfungsi dan mengalami overload. Kondisi ini kemudian memicu respon otomatis dari sistem proksi inti Cloudflare, yang menutup banyak koneksi sebagai langkah keamanan agar bot berbahaya tidak bisa masuk tanpa pemeriksaan.
Namun tindakan pengamanan tersebut justru berdampak pada pengguna asli. Banyak situs yang bergantung pada Cloudflare menjadi tidak bisa diakses, termasuk platform besar seperti X, ChatGPT, hingga layanan pemantau gangguan Downdetector.
Cloudflare sebelumnya menyampaikan bahwa sekitar 20 persen situs di internet menggunakan jaringan mereka, yang biasanya membantu menjaga trafik tetap stabil dan menghadang serangan siber seperti DDoS.
Tetapi kesalahan teknis ini menyebabkan koneksi terputus secara luas, menyerupai gangguan besar yang pernah terjadi pada Microsoft Azure dan Amazon Web Services.
Sebagai langkah pencegahan, Cloudflare telah menyiapkan empat rencana perbaikan. Beberapa di antaranya mencakup memperkuat mekanisme input data agar duplikasi tidak terjadi lagi, menambah fitur tombol darurat untuk pemutusan cepat, serta melakukan audit menyeluruh pada seluruh sistem penting perusahaan.
Editor : Firda Rachmawati

