Dasco Minta Pemerintah Hati-Hati Soal Rencana Pembangunan Ulang Ponpes Al Khoziny Gunakan APBN
DPR Minta Pemerintah Hati-Hati Soal Rencana Pembangunan Ulang Ponpes Al Khoziny Gunakan APBN
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Wacana pembangunan kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih belum mencapai keputusan final.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, usai menghadiri sebuah acara di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
“Sejauh ini belum ada kesimpulan pasti mengenai penggunaan APBN untuk pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny,” ujar Dasco.
Ia menambahkan, DPR RI mendorong pemerintah—melalui Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar—untuk tidak hanya fokus pada ponpes yang ambruk tersebut, tetapi juga memperhatikan kondisi pesantren-pesantren tua di seluruh Indonesia.
Menurut Dasco, banyak bangunan pondok pesantren yang sudah berdiri puluhan tahun dan kini mengalami penurunan struktur. Pemerintah diminta membantu agar tidak terjadi kembali insiden tragis seperti yang menimpa Ponpes Al Khoziny.
“Kalau soal hukum itu ranah kepolisian, tapi yang terpenting sekarang bagaimana kita melakukan mitigasi agar pesantren lain tidak bernasib sama,” tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan siap melakukan pembangunan ulang gedung Ponpes Al Khoziny yang sebagian ambruk dan menelan 67 korban jiwa.
Menteri PUPR Dody menyebutkan, anggaran pembangunan rencananya akan bersumber dari APBN, namun tidak menutup kemungkinan adanya dukungan bantuan swasta.
Kalau soal anggaran, insya Allah cukup lah, Insya Allah cuman dari APBN. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga ada bantuan dari swasta. Cuma, sementara waktu dari APBN,” ujar Menteri Dody
Editor : Firda Rachmawati
