Data IKD Jadi Sasaran

Data IKD Jadi Sasaran
DATA PRIBADI: Maraknya minat warga terhadap layanan IKD dimanfaatkan oknum untuk merampas data pribadi.

INILAH, Bandung - Kemudahan layanan digital membawa urusan administrasi kependudukan semakin dekat. Namun, di balik antusiasme warga mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD), ada ancaman lain yang ikut bergerak: pencurian data pribadi hingga rekening korban dikuras.

Peringatan kembali disampaikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi. Masyarakat diminta tidak mudah percaya ketika ada pihak yang mengaku sebagai petugas dan menghubungi melalui telepon, SMS, maupun WhatsApp untuk keperluan aktivasi IKD.

Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Cimahi, Chaeruddin Djoeharie mengatakan, modus tersebut bukan perkara baru. Sebelumnya, sejumlah warga telah menjadi korban dengan kerugian mencapai jutaan rupiah.

“Modus yang beroperasi berjenjang ini sebelumnya telah memakan korban, dengan kerugian mencapai jutaan rupiah, dan kini kembali mengancam seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap layanan digital tersebut,” kata Chaeruddin, Kamis (8/10).

Modusnya dimulai dari sebuah telepon. Pelaku mengaku sebagai petugas dan meminta informasi pribadi dengan alasan melakukan verifikasi data.

Setelah itu, korban kembali dihubungi melalui WhatsApp. Pelaku kedua berpura-pura memastikan data yang telah diberikan. Pada tahap berikutnya, korban bisa diminta melakukan panggilan video atau mengirimkan foto diri.

“Tak lama kemudian, pelaku kedua menghubungi lewat WhatsApp untuk memastikan kembali data yang diberikan, bahkan meminta korban melakukan panggilan video serta mengirim foto diri,” sebutnya.

Data dan foto yang diserahkan kemudian berpotensi disalahgunakan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengubah akses layanan perbankan seluler sehingga rekening korban dapat diakses dan saldo dialihkan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

(agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran