Davide Frattesi Nyaris Pingsan Usai Cetak Gol Kemenangan Inter ke gawang Barcelona
Davide Frattesi jadi pahlawan kemenangan Inter Milan atas Barcelona dalam leg kedua semifinal Liga Champions.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Davide Frattesi jadi pahlawan kemenangan Inter Milan atas Barcelona dalam leg kedua semifinal Liga Champions.
Berkat gol Davide Frattesi, Inter Milan sukses menumbangkan Barcelona 4-3 lewat drama extra time di Giuseppe Meazza, Kamis 7 Mei 2025 dini hari WIB.
Davide Frattesi bahkan mengaku setengah tak percaya usai mencetak gol krusial Inter Milan ke gawang Barcelona di masa extra time itu.
Bahkan, Frattesi mengaku nyaris pingsan sebelum pada akhirnya melakukan selebrasi yang begitu emosional.
“Saya merayakannya begitu heboh sampai pusing, nyaris blackout!” ujar Frattesi sambil tersenyum kepada Sky Sport Italia. “Saya juga harus berterima kasih pada fisioterapis kami. Kemarin saya sempat cedera otot perut, tapi mereka bekerja luar biasa agar saya bisa tampil malam ini.”
Pemain yang sebelumnya juga mencetak gol penentu di menit akhir melawan Bayern Munich di perempat final ini kembali membuktikan dirinya sebagai spesialis clutch moment.
Meski tak sepopuler bintang-bintang seperti Lautaro atau Calhanoglu, Frattesi adalah gambaran nyata dari kerja keras tanpa pamrih.
“Saya bukan pemain dengan bakat luar biasa, tapi saya adalah orang terakhir yang menyerah dan orang pertama yang percaya. Malam ini adalah ganjaran dari kerja dan dedikasi.”
Dalam laga di bawah hujan deras di San Siro itu, Inter sempat unggul 2-0, tertinggal 2-3, lalu diselamatkan Acerbi di menit 90+3 sebelum Frattesi memastikan kemenangan di extra time. Total 120 menit penuh emosi.
“Saya bahkan sudah kelelahan sebelum masuk lapangan,” aku Frattesi. “Kami berdiri di bench, teriak-teriak, megang kepala setiap ada peluang. Rasanya seperti ikut main sejak menit pertama!”
Di final nanti, Inter akan menghadapi pemenang antara Arsenal dan Paris Saint-Germain. Ini akan jadi final kedua mereka dalam tiga musim terakhir, sebuah bukti konsistensi Nerazzurri di level tertinggi Eropa.
Editor : Bsafaat


