Debat Perdana Pilwalkot Bandung 2024 Picu Kemacetan Parah di Jalan Jenderal Sudirman

Debat publik perdana Pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2024 digelar secara langsung di Sudirman Grand Ballrom Jalan Jenderal Sudirman No.620, Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Rabu 30 Oktober 2024.

Debat Perdana Pilwalkot Bandung 2024 Picu Kemacetan Parah di Jalan Jenderal Sudirman
Debat publik perdana Pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2024 digelar secara langsung di Sudirman Grand Ballrom Jalan Jenderal Sudirman No.620, Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Rabu 30 Oktober 2024./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Bandung - debat publik perdana Pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2024 digelar secara langsung di Sudirman Grand Ballrom jalan jenderal sudirman No.620, Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Rabu 30 Oktober 2024.

Debat publik perdana itu rencananya bakal dimulai pukul 21.00 WIB dan diikuti empat paslon Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung, yakni paslon nomor urut 1 Dandan Riza Wardana- Arif Wijaya, paslon nomor urut 2 Haru Suandharu dan Dani Wirianata, paslon nomor urut 3 Farhan dan Erwin dan paslon nomor urut 4 Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma'soem.

Berdasarkan pantauan inilahkoran.id di depan pintu masuk Sudirman Grand Ballroom ribuan massa pendukung keempat paslon memenuhi kawasan Jalan Sudirman.

Gemuruh suara dukungan terus menggemari sepanjang jalan dan kawasan debat perdana Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2024.

Tak hanya itu, ribuan kendaraan pun terparkir di bahu Jalan Sudirman hingga mengakibatkan kemacetan. Tak hanya itu, lalu lalang para simpatisan dan pendukung paslon memaksa para pengendara yang melintas harus secara perlahan menjalankan kendaraannya.

Selain itu, pembatasan jumlah massa pendukung membuat kondisi di sepanjang jalan semrawut.

"Iya kami terpaksa menunggu di luar karena yang bisa masuk cuma yang punya id card aja," kata salah seorang pendukung paslon di lokasi, Rabu 30 Oktober 2024.

Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Ade menyebut acara debat ini seharusnya tidak mengganggu warga masyarakat lainnya.

"Harusnya perhelatan pesta demokrasi tidak semestinya mengganggu kenyamanan warga lainnya," ucapnya.***


Editor : JakaPermana