Dedi Kusnandar Kembangkan Bisnis demi Bekal Setelah Pensiun

Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar tak hanya pintar di lapangan, namun ia cerdik dalam menjalankan bisnisnya.

Dedi Kusnandar Kembangkan Bisnis demi Bekal Setelah Pensiun
Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar. (net)

INILAH, Bandung - Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar tak hanya pintar di lapangan, namun ia cerdik dalam menjalankan bisnisnya.

Setelah membuka kafe yang menyuguhkan sajian kaki dan sayap ayam, kini pemain yang akrab disapa Dado itu membuka jasa cuci pakaian atau laundry.

Dado mengaku sengaja membuka layanan laundry. Terlebih di kediamannya yang berada di Jatinangor, Kabupaten Sumedang itu sangat dekat dengan kampus-kampus, di antaranya Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin), hingga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

"Ya, karena situasi dan tempat mendukung. Jadi ini ibaratnya kalau gelandang, visinya harus tahu, harus baca situasi dan kondisi," kata Dado.

Bahkan kata Dado, bisnis laundry ini sudah mulai dikembangkannya. Setidaknya bisnis yang dinamai Laundry Addict ini sudah memiliki empat cabang. "Jatinangor, Rancaekek, Cibiru, dan Cileunyi," tuturnya.

Pemilik nomor punggung 11 ini mengaku bisnis ini perlu dilakukan. Sebab ia menyadari umur akan menjadi penghalang baginya untuk terus melanjutkan karirnya sebagai pesepak bola. Karena itu, lanjutnya perlu persiapan yang matang meski saat ini usianya masih menginjak 28 tahun.

"Jadi ini buat investasi saya. Ada laundry dan kafe. Itu usaha saya setelah pensiun. Jadi kita punya pegangan di luar sepak bola," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)


Editor : suroprapanca