Dedi Mulyadi Siapkan Jalan Premium untuk Kawasan Industri Jawa Barat
Akses jalan ke lokasi industri akan dilakukan perbaikan dengan kualitas terbaik oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan perubahan besar dalam pembangunan infrastruktur daerah, dengan menjadikan akses menuju kawasan industri sebagai prioritas utama.
jalan-jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas manufaktur dan logistik, akan ditingkatkan menjadi jalan premium dengan kapasitas dan kualitas yang lebih tinggi.
Komitmen tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri groundbreaking pembangunan Data Centre AI di Purwakarta baru-baru ini. Dedi menegaskan perlunya perubahan cara pandang dalam membangun jalan provinsi.
“Selama ini, jalan-jalan ke pusat industri yang menghasilkan tenaga kerja, pembayaran pajak, perputaran ekonomi rata-rata jelek. Kedepan jalan-jalan ke Pusat Industri premium,” ujar Dedi.
Menurutnya, kawasan industri merupakan motor penggerak ekonomi daerah yang menghasilkan lapangan pekerjaan, penerimaan pajak, serta perputaran investasi. Namun ironisnya, banyak akses jalan menuju pusat industri masih tertinggal dari sisi kapasitas maupun kualitas konstruksi.
Sebab itu, Pemprov Jawa Barat tengah merumuskan standar baru pembangunan jalan di kawasan industri. Ruas-ruas strategis yang menjadi jalur distribusi barang dan kendaraan berat akan didesain lebih lebar dengan kapasitas tiga hingga empat lajur.
“Jadi jalan-jalan provinsi yang dilewati untuk industri akan menjadi jalan premium,” ucapnya.
Ia menilai, selama puluhan tahun pembangunan jalan provinsi belum mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan wilayah. Akibatnya, standar jalan di kawasan industri masih diperlakukan sama dengan daerah lain yang memiliki fungsi berbeda.
Dedi mencontohkan kondisi ruas jalan di kawasan Kalijati, Kabupaten Subang, yang menurutnya tidak mengalami perubahan berarti meski aktivitas industri di wilayah tersebut berkembang pesat.
“Lebar jalannya enggak berubah padahal di situ kontainernya tiap hari dan di situ sudah menjadi daerah industri padat kendaraan tapi enggak berubah,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur ke depan harus berbasis pada fungsi kawasan. Jalan yang melayani aktivitas pertanian, industri, maupun kawasan lainnya harus memiliki spesifikasi berbeda sesuai kebutuhan dan beban kendaraan yang melintas.
“Daerah pertanian jalannya pertanian. Daerah industri dengan bobot misalnya kendaraannya 20 ton, ya bobotnya 20 ton. Nah selama ini rumusan jalan provinsi hampir sama,” katanya.
Dedi mengatakan, konsep jalan industri tidak cukup hanya mengandalkan pelebaran ruas. Kualitas konstruksi, daya dukung beban, hingga sistem betonisasi juga harus disesuaikan dengan karakter kendaraan berat yang setiap hari melintas di kawasan industri.
Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Jawa Barat ingin memastikan kawasan-kawasan industri strategis memperoleh dukungan infrastruktur yang sebanding dengan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah itu sekaligus diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik, meningkatkan daya saing investasi, dan memperkuat posisi Jawa Barat sebagai pusat industri nasional.
Editor : Ahmad Sayuti

