Jembatan Kali Kapur Masih Dikerjakan, Pemprov Jabar Siapkan Perbaikan Jalan Alternati
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta warga tidak memaksakan kendaraan melintasi Jembatan Kali Kapur Indramayu yang masih dalam pengerjaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta masyarakat tidak memaksakan kendaraan melintasi Jembatan Kali Kapur di Desa Kedokan Bunder Wetan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, yang masih dalam tahap pengerjaan.
Dedi menegaskan, pembatasan akses tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan proses konstruksi berjalan tanpa gangguan.
Pernyataan itu disampaikan setelah warga menyampaikan protes terkait pembangunan Jembatan Kali Kapur yang dinilai mengalami keterlambatan. Namun, berdasarkan pengecekan pemerintah, deviasi progres pembangunan tercatat sekitar 4 persen dan masih dianggap dapat ditoleransi.
"Jembatan tersebut tidak mengalami keterlambatan pembangunan. Saya sudah cek, hanya minus 4 persen. Artinya masih bisa ditolerir keterlambatannya," ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (8/11/2026).
Menurut Dedi, persoalan yang perlu dipahami masyarakat bukan hanya kecepatan pembangunan, tetapi juga pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Jembatan yang belum rampung belum dapat digunakan kendaraan karena berpotensi mengganggu aktivitas konstruksi dan membahayakan pengguna jalan.
Sebagai solusi, pemerintah telah menyiapkan jalan alternatif melalui akses jalan desa. Pemprov Jabar juga berencana memperbaiki jalan tersebut untuk mendukung mobilitas warga selama maupun setelah pembangunan jembatan selesai.
"Jalan yang dilalui itu juga nantinya akan dibangun juga oleh Pemprov. Itu kan jalan desa. Nanti kita bangun lagi," ucapnya.
Dedi menilai, pembangunan jembatan tidak akan berjalan lancar apabila kendaraan tetap dipaksakan melintasi area pekerjaan. Karena itu, masyarakat diminta mematuhi pengaturan akses yang telah disiapkan pemerintah.
"Nah sekarang kalau mobil tidak boleh lewat ke jalan desa. Ya gimana jembatan itu bisa terus dibangun," katanya.
Dedi Utamakan Keselamatan Warga
Dedi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan infrastruktur yang belum selesai dibangun. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan apabila konstruksi belum dinyatakan selesai dan aman untuk dilalui.
"Nanti jembatan roboh ada yang korban, ada yang meninggal, pemerintah juga yang disalahkan," tuturnya.
Dia meminta masyarakat mengedepankan kepentingan bersama dalam menyikapi pembangunan infrastruktur. Perbedaan pandangan maupun ketidaknyamanan selama proses pengerjaan, kata dia, sebaiknya tidak berkembang menjadi persoalan yang menghambat pembangunan.
"Mohon sabar semuanya ya, mari kita menjaga apa yang kita kerjakan hari ini. Tidak terus-menerus saling mengikuti emosi dan egoisme masing-masing," ucapnya.
Dedi menambahkan, pembangunan Jembatan Kali Kapur merupakan investasi infrastruktur untuk kepentingan publik. Masyarakat akan menjadi pihak yang menerima manfaat setelah fasilitas tersebut selesai dibangun.
"Pembangunan untuk masyarakat bukan untuk kepentingan perorangan. Yang pakai juga masyarakat," ujarnya.
Dia berharap warga memberikan ruang kepada pelaksana proyek untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan keselamatan. Sementara itu, penanganan jalan alternatif menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga aksesibilitas masyarakat selama pembangunan Jembatan Kali Kapur berlangsung.***
Editor : JakaPermana

