Ekonomi Jabar Tumbuh 5,89 Persen, Dedi Mulyadi Sebut Kesempatan Kerja Meningkat
Ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,89 persen pada triwulan III 2026. Dedi Mulyadi menyebut kesempatan kerja meningkat, sementara TPT Jabar turun menjadi 6,67 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,89 persen pada triwulan III 2026 diikuti perbaikan sejumlah indikator ketenagakerjaan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut, aktivitas ekonomi yang meningkat turut membuka kesempatan kerja dan mendorong penyerapan tenaga kerja.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) tersebut melampaui angka nasional yang tercatat sebesar 5,47 persen. Capaian ini menjadi salah satu sinyal positif bagi perekonomian daerah.
Dedi mengapresiasi kontribusi berbagai elemen masyarakat yang dinilai berperan dalam menggerakkan roda perekonomian. Mulai dari pelaku usaha, pekerja, petani, nelayan hingga jajaran pemerintahan.
“Saya ucapkan terima kasih pada seluruh warga Jabar, pedagang, pengusaha, pekerja, petani, nelayan, dari mulai RT sampai bupati/wali kota,” ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Jumat (6/11/2026).
Menurut Dedi, dampak pertumbuhan ekonomi mulai terlihat pada kondisi pasar tenaga kerja. Kendati demikian, dia mengakui persoalan pengangguran di Jawa Barat belum sepenuhnya teratasi.
“Kesempatan kerjanya juga mulai meningkat, serapan kerja sudah mulai meningkat, angka pengangguran turun walaupun pasti yang nganggur masih banyak,” ucapnya.
Pengangguran Jabar Turun, Jumlah Penduduk Bekerja Bertambah
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan, jumlah penduduk bekerja hingga Agustus 2026 mencapai 24,77 juta orang. Angka tersebut bertambah sekitar 260.000 orang dibandingkan periode Agustus 2025.
Pada periode yang sama, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Barat turun 0,10 poin persentase menjadi 6,67 persen. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan proporsi 23,04 persen, disusul industri pengolahan dan pertanian.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, sejumlah lapangan usaha turut mencatatkan kinerja positif pada triwulan III 2026. Sektor konstruksi tumbuh 9,10 persen, industri pengolahan 4,98 persen, sedangkan perdagangan mencatat pertumbuhan 4,13 persen.
Sejumlah sektor lainnya bahkan membukukan pertumbuhan dua digit. Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 14,54 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 14,46 persen, serta transportasi dan pergudangan 13,61 persen. Adapun jasa lainnya tumbuh 12,18 persen.
Dedi berharap, capaian tersebut menjadi dorongan untuk memperluas aktivitas ekonomi sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat tetap produktif dan bekerja keras, dengan tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi maupun keluarga.
“Untuk itu mari kita terus bekerja keras. Apapun kita lakukan demi kehidupan kita masing-masing, karena setiap orang bekerja untuk diri dan keluarganya,” katanya.
Di sisi lain, Dedi mengakui pembangunan di Jawa Barat masih menyisakan berbagai persoalan. Salah satunya memastikan masyarakat yang belum bekerja memperoleh kesempatan untuk masuk ke pasar tenaga kerja.
“Saya meyakini bahwa pembangunan di Jawa Barat masih banyak kekurangannya. Untuk itu, mohon dimaafkan atas kekurangan-kekurangan kami,” ucapnya.***
Editor : JakaPermana

