Dedi Mulyadi Siapkan Desa Pajajar Jadi Kampung Budaya Sunda, Mata Air Jadi Daya Tarik
Pemprov Jabar menyiapkan Desa Pajajar, Majalengka, menjadi kawasan wisata budaya Sunda mulai 2027
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, sebagai kawasan wisata berbasis budaya dan potensi alam mulai 2027.
Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menciptakan destinasi wisata baru. Pemprov Jabar juga ingin mempertahankan karakter kampung adat Sunda dengan mengoptimalkan kekayaan alam, mata air, serta kehidupan masyarakat setempat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, Desa Pajajar memiliki potensi alam yang dapat menjadi daya tarik wisata, salah satunya aliran mata air yang masih terjaga kejernihannya.
Menurut Dedi, keberadaan sumber air tersebut merupakan kekayaan lingkungan yang perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata pedesaan.
"Ini kita masih punya kekayaan alam yang tidak ternilai, yaitu aliran air yang jernih," ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (8/11/2026).
Untuk memperkuat identitas kawasan, Pemprov Jabar berencana membangun sekitar 40 rumah adat. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan Desa Pajajar sebagai kampung adat di tengah pengembangan sektor pariwisata.
"Jadi ini kampung harus tetap menjadi kampung adat. Desa Pajajar. Ada mata airnya di sini," ucapnya.
Selain pembangunan rumah adat, penataan infrastruktur lingkungan juga masuk dalam rencana pengembangan. Gang-gang permukiman akan diperbaiki menggunakan paving block agar kawasan lebih tertata dan nyaman dikunjungi.
"Di sini kita akan bangun 40 rumah adat nanti jalannya dibikin lucu, nanti gang-gangnya dikasih paving block biar nanti orang bisa datang ke sini untuk menikmati ketenangan hidup," katanya.
Dedi menargetkan pengembangan Desa Pajajar sebagai desa wisata mulai direalisasikan tahun depan. Dia pun meminta dukungan Ketua DPRD Jawa Barat agar rencana tersebut dapat berjalan.
"Bapak ketua DPRD Jabar bantu, nanti tahun depan ini akan jadi desa pariwisata," ucapnya.
Pemprov Jabar Bangun 21 Rumah untuk Warga Terdampak Bencana
Di luar penataan kawasan wisata budaya, Pemprov Jabar juga menyiapkan pembangunan hunian bagi masyarakat Desa Pajajar yang terdampak bencana pergeseran tanah dan kebakaran.
Sebanyak 21 unit rumah akan dibangun untuk membantu warga mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak dan aman.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari kegiatan Abdi Nagri Menyulam Hari-Ngaprak Lembur #3 yang dilaksanakan di Desa Pajajar.
"Pembangunan rumah ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan kembali hunian yang layak, aman, dan nyaman," kata Dedi.
Pembangunan 21 rumah tersebut akan melibatkan gabungan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar melalui semangat gotong royong dalam program Poe Ibu.
"Pembangunan 21 rumah tersebut akan dilaksanakan secara bergotong royong dengan melibatkan gabungan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Poe Ibu," ungkapnya.
Dedi Supandi menjelaskan, kawasan hunian warga terdampak bencana nantinya akan diintegrasikan dengan Desa Kampung Budaya Sunda. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pemulihan tempat tinggal, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat identitas budaya dan potensi ekonomi masyarakat.
"Integrasi dengan Desa Kampung Budaya Sunda diharapkan turut memperkuat identitas budaya lokal serta menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis, produktif, dan berdaya," katanya.
Melalui pengembangan tersebut, Desa Pajajar diarahkan menjadi kawasan yang memadukan pelestarian budaya Sunda, potensi wisata alam, serta pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.***
Editor : JakaPermana

