Dedie Minta Revitalisasi Pasar Sukasari Dikebut, Ini Catatannya

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim berpendapat bahwa Pasar Sukasari kemungkinan besar tidak akan rampung sesuai target pada akhir Maret 2025

Dedie Minta Revitalisasi Pasar Sukasari Dikebut, Ini Catatannya
Dedie minta revitalisasi Pasar Sukasari dikebut.

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim berpendapat bahwa Pasar Sukasari kemungkinan besar tidak akan rampung sesuai target pada akhir Maret 2025, setelah dilakukan pengecekan oleh dirinya beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPDl dan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor.

"Terus terang, setelah saya tinjau, kelihatannya belum bisa selesai sampai akhir Maret ini, kecuali pihak pengembang melakukan akselerasi dengan menambah jumlah pegawai," terang Dedie kepada wartawan pada Sabtu 8 Maret 2025.

Dedie menuturkan, percepatan penyelesaian revitalisasi Pasar Sukasari atau Pasar Gembrong ini penting karena berkaitan dengan relokasi pedagang dari Pasar Bogor atau Plaza Bogor yang akan ditutup. 

"Selain itu, saya juga menyoroti momen Idul Fitri menjadi puncak aktivitas para pedagang, sehingga keterlambatan akan berdampak pada operasional mereka," tutur Dedie.

"Biasanya, puncak aktivitas pedagang itu di malam takbiran, lalu mereka mudik dan kembali lagi setelah satu atau dua minggu. Kalau revitalisasi belum selesai, bagaimana mau merelokasi pedagang Pasar Bogor?, makanya saya minta coba diakselerasi. Kalau tidak ada akselerasi, ya terus terang saya pesimis," tambah Dedie.

Dedie menegaskan, bahwa akan ada konsekuensi yang diterima pengembang berupa denda jika proyek tidak selesai tepat waktu. Denda atau konsekuensi ini sesuai dengan yang ada di dalam perjanjian yang telah disepakati dengan pengembang.

"Jadi pilihannya bayar denda atau akselerasi, sama-sama mengeluarkan biaya," tegasnya.

Di tempat yang sama, Site Manager CV. Purnabri (Pengembang), Alby Satria Fajar mengatakan, bahwa pihaknya mengalami kendala yang menyebabkan keterlambatan pengerjaan revitalisasi. Kendala tersebut disebabkan adanya perubahan Rencana Anggaran Biaya (RAB) akibat penyesuaian fasilitas parkir.

"Lahan yang tersedia dari Perumda PPJ di Sukasari tidak cukup untuk parkiran. Sesuai aturannya, harus ada fasilitas parkir yang memadai, sehingga kami harus menambah parkiran di basement dua, yang otomatis menambah pekerjaan dan waktu pengerjaan," jelasnya.

Alby mengenaskan, progres pembangunan telah mencapai 91 persen. Pihaknya akan melakukan akselerasi dengan menambah tenaga kerja dan jam kerja agar proyek dapat selesai tepat waktu guna menghindari denda dan konsekuensi lainnya.

"Proyek revitalisasi Pasar Sukasari dimulai pada September 2023 lalu dengan total 640 kios dan los. Lantai basement 1 akan diperuntukkan bagi pedagang pasar malam yang menjual barang basah, sementara lantai dasar akan diisi pedagang tekstil, emas, salon, dan lainnya. Sedangkan lantai atas akan difokuskan untuk kuliner dan wahana hiburan anak," pungkasnya.


Editor : Firda Rachmawati