Di Hadapan Emil, Korban Banjir Ini Ngomel, Nyesal Pindah ke Bogor
Mengunjungi posko terpadu bencana banjir bandang di Desa Bojong Kulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima warganya mengomel-omel soal bencana alam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Gunung Putri - Mengunjungi posko terpadu bencana banjir bandang di Desa Bojong Kulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima warganya mengomel-omel soal bencana alam.
Bahkan warga Perumahan Villa Mahkota Pesona, Desa Bojong Kulur bernama Sisi Sahwardi tersebut menuturkan dirinya menyesal pindah dari Cikarang, Kabupaten Bekasi ke Gunung Putri Kabupaten Bogor.
"Saya pindah ke Perumahan Villa Mahkota Pesona, Desa Bojong Kulur, Gunung Putri Kabupaten Bogor dari Cikarang, Kabupaten Bekasi mau mencari ketenangan. Ternyata kemarin jam 21.00 WIB, saya sambil menggendong anak usia tiga tahun harus mengungsi ke Majelis Ta'l im Nurul Amalkarena mengalami banjir bandang dari aliran Sungai Cileungsi,” tutur Sisi kepada wartawan, Kamis,(2/1/2020).
Ibu yang memiliki empat orang anak ini menambahkan Desa Bojong Kulur yang masuk daerah rawan bencana banjir maupun longsor harusnya bisa terhindar dari bencana alam tersebut.
“Harusnya dengan status daerah rawan bencana alam itu sudah diantisipasi. Lha kemarin banjir bandang di 22 Rukun Warga (RW), perahu karet itu cuma ada tiga buah, warga pun kesulitan dalam mengungsi karena derasnya air,” tambahnya.
Sisi menjelaskan dengan minimnya fasilitas pertolongan seperti perahu karet, maka warga pun tidak bisa apa-apa, bahkan untuk menolong sesama warga.
"Tingginya air hingga sebahu saya hingga saya tidak bisa membantu sesama warga karena harus menyelamatkan keluarga sendiri dahulu. Semoga ke depan bisa mengantisipasi bencana alam banjir bandang seperti ini,” jelas Sisi.
Menanggapi keluh kesah warga Perumahan Villa Mahkota Pesona tersebut, Ridwan Kamil mengatakan banjir bandang tidak bisa dibendung karena wilayah Kabupaten Bogor sedang dihinggapi cuaca ekstrem.
"Data dari Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) curah hujan yang biasanya 100 mm naik menjadi 400 mm hingga ini masuk kategori cuaca ekstrem hingga pertahanan air pun jebol," kata Emil sapaan akrabnya.
Mantan Wali Kota Bandung ini pun meminta kepada semua pihak untuk tidak saling menyalahkan tetapi saling menginterospeksi atau mengevaluasi diri sendiri.
"Selain cuaca ekstrim, bencana alam banjir bandang, longsor dan lainnya ini mungkin juga akibat berkurangnya lahan hijau dam lainnya, tetapi kita jangan saling menyalahkan dan lebih mengevaluasi atau menginterospeksi diri sendiri karena ini bisa salah pemerintah, pengusaha tetapi mungkin juga masyarakat. Kita lebih baik mencari solusi dan berikhtiar tanpa bersikap takabur," pintanya. (reza zurifwan)
Editor : Zulfirman

