Diarpus Gandeng Insan Pers Kota Bogor Kenalkan Program Literasi Pemerintah
Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor menggelar forum sosialisasi program layanan perpustakaan dan kearsipan daerah bersama PWI Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor menggelar forum sosialisasi program layanan perpustakaan dan kearsipan daerah bersama PWI Kota Bogor.
Kepala Diarpus Kota Bogor Taufik memaparkan, kolaborasi dengan insan pers relatif penting untuk mempublikasikan berbagai fasilitas serta program literasi daerah agar dampaknya kian meluas dan dirasakan langsung masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih difasilitasi Diskominfo. Kami ingin teman-teman media ikut menginformasikan program-program perpustakaan agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat," ungkap Taufik.
Taufik menerangkan, Perpustakaan Kota Bogor saat ini mengelola sekitar 80.862 eksemplar buku dengan belasan ribu judul. Kualitas pengelolaan institusi ini telah diakui secara regional, salah satunya melalui raihan predikat sebagai perpustakaan terbaik kedua di Jawa Barat pada akhir tahun 2022.
"Untuk memaksimalkan pelayanan, perpustakaan beroperasi tujuh hari seminggu. Layanan dibuka setiap Senin hingga Kamis hingga pukul 18.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Rata-rata tingkat kunjungan harian mencapai ratusan orang, dengan lonjakan signifikan pada akhir pekan dan hari libur," terangnya.
Taufik menjelaskan, di samping layanan di gedung utama, Diarpus Kota Bogor juga mengoperasikan tiga unit armada perpustakaan keliling yang menjangkau 220 Sekolah Dasar (SD) di seluruh Kota Bogor.
Diarpus juga rutin menggelar ajang Pemilihan Duta Baca, pelatihan mendongeng bagi tenaga pengajar guna menguatkan karakter literasi anak sejak dini, serta menyediakan lima titik baca digital di ruang publik, termasuk di kawasan Taman Sempur.
"Selain pengelolaan perpustakaan, Diarpus Kota Bogor mengemban amanat dalam tata kelola kearsipan daerah, baik arsip dinamis kedinasan maupun arsip statis bersejarah termasuk rekam jejak kepemimpinan daerah dari masa ke masa," jelasnya.
Taufik memaparkan, guna menjaga kelestarian dokumen bernilai sejarah tinggi tersebut, penyimpanan arsip dilakukan dengan standardisasi khusus. Pengaturan suhu ruangan dijaga secara konstan dan tindakan fumigasi dilaksanakan secara berkala untuk mencegah kerusakan fisik dokumen.
"Saat ini, Diarpus juga tengah mengakselerasi digitalisasi sistem surat-menyurat di seluruh perangkat daerah Kota Bogor serta menyediakan Depo Arsip dengan kapasitas menampung hingga 100 ribu dokumen," paparnya.
Taufik membeberkan, sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik, Diarpus Kota Bogor membuka akses pemanfaatan fasilitas gedung perpustakaan bagi masyarakat, komunitas, hingga insan pers.
Gedung auditorium berkapasitas sekitar 80 hingga 100 tempat duduk tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan formal maupun informal tanpa dipungut biaya.
"Kami terbuka, silakan gedung ini dimanfaatkan. Selama jadwal tidak bentrok, bisa digunakan untuk diskusi, pertemuan mitra kerja, maupun kegiatan komunitas. Melalui kemitraan yang strategis bersama PWI Kota Bogor dan insan pers, kami optimistis indeks literasi masyarakat akan terus meningkat, sekaligus mendorong keterbukaan informasi publik terkait sejarah serta tata kelola kearsipan di Kota Bogor," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

