Dibiayai DAK, 651 Rumah Tangga di Cimahi Terlayani Sistem Sanitasi Layak
Sebanyak 651 rumah tangga di Kota Cimahi akhirnya terlayani sistem sanitasi layak melalui Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) tahun 2025, yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Sebanyak 651 rumah tangga di Kota Cimahi akhirnya terlayani sistem sanitasi layak melalui Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) tahun 2025, yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.
Capaian ini diraih melalui pembangunan enam unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dan 250 unit tangki septik individual yang tersebar di berbagai kelurahan.
IPAL komunal baru yang mulai beroperasi tahun ini tersebar di empat kelurahan, yaitu Baros, Melong, Cibeureum, dan Citeureup, yang secara langsung terhubung ke 401 unit rumah.
Sementara itu, 250 tangki septik individual dibangun di 10 kelurahan lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang tidak dapat terhubung ke IPAL komunal.
"Ini bukan sekadar angka, tetapi representasi dari meningkatnya kualitas hidup ratusan keluarga di Kota Cimahi," ungkap Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.
Menurutnya, program Sanimas DAK 2025 merupakan bagian strategis upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan, dan mendukung penataan kawasan permukiman.
Tak cuma itu, program ini juga menjadi wujud komitmen Pemkot Cimahi dalam percepatan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pengolahan air limbah domestik.
"Sanitasi yang layak tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup, produktivitas, serta masa depan generasi kita," tuturnya.
Ngatiyana menjelaskan, keberadaan sistem sanitasi yang baik berperan penting dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan yang seringkali muncul akibat sanitasi yang tidak memadai.
Dengan pengolahan air limbah yang optimal, penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dari sumbernya.
"Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan kesehatan masyarakat yang lebih baik dengan mengurangi risiko penyakit akibat sanitasi buruk," ujarnya.
"Dengan ini, kita harap dapat menurunkan kasus penyakit seperti diare, tifus, atau cacingan yang sering menyerang masyarakat," pungkasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

