Diduga Tolak Sumbangan, Pedagang di Cigending Ujungberung Diintimidasi dan Dipalak

Viral rekaman CCTV aksi dugaan pemalakan pedagang di Cigending, Ujungberung, Bandung. Korban ditantang berkelahi gara-gara menolak uang sumbangan.

Diduga Tolak Sumbangan, Pedagang di Cigending Ujungberung Diintimidasi dan Dipalak
Viral dugaan pemalakan di Uber Bandung

INILAHKORAN.ID - Aksi premanisme berkedok sumbangan kembali meresahkan warga Kota Bandung

Sebuah rekaman video CCTV yang memperlihatkan dugaan aksi pemalakan terhadap seorang pedagang di kawasan Cigending, Kecamatan Ujungberung, mendadak viral setelah beredar luas di media sosial.

​Insiden tersebut dilaporkan menimpa seorang pedagang lokal yang tengah beraktivitas seperti biasa pada akhir pekan kemarin. 

​Berikut fakta-fakta terkait kronologi dugaan pemalakan di Ujungberung berdasarkan keterangan pihak pelapor:

​Kronologi Kejadian: Berawal dari Modus Uang sumbangan

​Menurut keterangan resmi dari pelapor, peristiwa intimidasi ini terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026 sekitar pukul 15.41 WIB. Saat itu, korban bersama dua orang rekannya sedang sibuk melayani para pelanggan yang datang ke tempat usahanya.

​Di tengah kesibukan melayani pembeli, tempat usaha korban mendadak didatangi oleh tiga orang pria tidak dikenal. 

Ketiga pria tersebut kemudian meminta sejumlah uang kepada korban dengan dalih atau alasan sebagai uang sumbangan.

​Mengingat kondisi laci kasir yang tidak memiliki uang pecahan kecil untuk diberikan, pelapor (korban) mengaku telah menolak permintaan sumbangan tersebut secara halus dan sopan kepada ketiga pelaku.

​Situasi Memanas: Korban Diintimidasi dan Ditantang Berkelahi

​"Namun situasi disebut memanas hingga terjadi intimidasi verbal dan tantangan berkelahi yang sebagian terekam dalam rekaman CCTV," tulis keterangan dalam unggahan akun @uberupdate.

​Mendengar penolakan dari pedagang, ketiga pria tersebut tidak terima. 

Alih-alih pergi, situasi di lokasi justru berkembang menjadi tegang. Para pelaku mulai melakukan intimidasi verbal (kata-kata kasar) bahkan sampai berani menantang korban untuk berkelahi di depan tempat usahanya.

​Karena merasa terdesak, terancam, dan enggan memperpanjang masalah demi kenyamanan para pelanggan yang sedang ramai, korban akhirnya terpaksa menyerahkan uang sebesar Rp50.000 kepada komplotan tersebut.

​Hingga berita ini dimuat, video rekaman CCTV tersebut telah memicu gelombang keresahan di kalangan pedagang Ujungberung.


Editor : Firda Rachmawati